Menu

Mode Gelap
 

Kabar Jawa Tengah

Koperasi Buruh Didorong Jadi Pengungkit Kesejahteraan Pekerja di Jawa Tengah

badge-check


					Koperasi Buruh Didorong Jadi Pengungkit Kesejahteraan Pekerja di Jawa Tengah Perbesar

SEMARANG | Kabarjateng.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mencari langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja.

Salah satu upaya yang kini diperkuat adalah pengembangan koperasi buruh sebagai sarana menyediakan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong Koperasi Konsumen Buruh Jawa Tengah Sejahtera (KBJS) memperpendek jalur distribusi barang.

Dengan cara tersebut, pekerja diharapkan dapat memperoleh sembako dan berbagai kebutuhan rumah tangga dengan harga yang lebih dekat dengan tingkat produsen.

Hal itu disampaikan Ahmad Luthfi saat menerima pengurus dan pengawas KBJS dalam audiensi di Semarang, Rabu (2/9/2026).

Menurutnya, koperasi harus mampu membangun jaringan pasokan secara langsung, baik dengan petani, grosir maupun produsen.

Beras, misalnya, diharapkan dapat diperoleh langsung dari petani, sementara kebutuhan rumah tangga lainnya bisa dipasok melalui grosir.

“Barang-barang yang bersentuhan dengan buruh harus harganya harga produsen. Beras diambil dari petani, sedangkan kebutuhan seperti sabun dan sampo bisa langsung melalui grosir,” kata Luthfi.

Ia menegaskan keberadaan koperasi jangan hanya sebatas membangun organisasi atau memenuhi aspek kelembagaan.

Lebih dari itu, manfaatnya harus benar-benar dirasakan oleh pekerja dalam kehidupan sehari-hari.

Luthfi menilai penghematan dari kebutuhan pokok dapat memberikan dampak signifikan terhadap kondisi ekonomi keluarga pekerja.

Kesejahteraan buruh, menurutnya, tidak semata-mata bergantung pada peningkatan pendapatan, tetapi juga kemampuan mengurangi beban pengeluaran.

“Orientasinya bukan sekadar program. Orientasinya adalah kebutuhan buruh terpenuhi dan buruh lebih sejahtera,” tegasnya.

Agar pengembangan koperasi tepat sasaran, Luthfi meminta dilakukan pemetaan berdasarkan lokasi perusahaan maupun kawasan industri.

Dengan pemetaan tersebut, koperasi dapat ditempatkan di lokasi yang dekat dengan konsentrasi pekerja sekaligus memiliki basis anggota yang kuat.

Pemprov Jawa Tengah juga menyatakan kesiapan untuk memberikan pendampingan kepada KBJS.

Dukungan tersebut mencakup asistensi, akses pembiayaan, hingga membantu mempertemukan koperasi dengan calon pemasok barang kebutuhan pokok.

Gubernur berharap KBJS dapat berkembang menjadi model koperasi buruh yang dapat diterapkan di kawasan industri lainnya di Jawa Tengah.

Perusahaan juga diharapkan ikut memberikan dukungan, termasuk menyediakan ruang yang memungkinkan koperasi memperluas pelayanan kepada pekerja.

“Kalau ini bisa berjalan baik, menjadi role model dan bisa dikembangkan di kawasan industri lainnya,” ujarnya.

KBJS telah berdiri sejak Mei 2025. Koperasi tersebut mulai melakukan penjualan kebutuhan pokok pada Juli 2026.

Saat ini terdapat 36 jenis barang yang tersedia, dengan dukungan dana sponsor senilai Rp250 juta dari Bank Jateng.

Ketua KBJS Luqmanul Hakim mengatakan koperasi tersebut dikembangkan sebagai salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan pekerja di luar kebijakan pengupahan.

Ia menyebut respons buruh terhadap keberadaan KBJS cukup positif. Sebab, barang yang dijual merupakan kebutuhan sehari-hari yang secara rutin diperlukan pekerja dan keluarganya.

“Yang sangat diharapkan teman-teman buruh adalah bisa membeli barang di bawah harga pasar dengan kualitas yang sama. Upahnya tetap sesuai UMK, tetapi kebutuhan bisa diperoleh dengan harga lebih murah,” ujar Luqmanul.

Ia juga menyambut arahan gubernur agar koperasi memperkuat kerja sama dengan produsen dan memperluas jaringan pemasok.

Menurutnya, akses terhadap sumber barang secara langsung akan membantu koperasi memperoleh harga yang lebih kompetitif.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah Desy Arijani mengatakan pemerintah telah memberikan pendampingan kepada KBJS sejak proses awal pembentukan.

Pendampingan tersebut meliputi pendirian, perizinan hingga dukungan tempat usaha.

Pada tahap awal pengembangan, koperasi diarahkan fokus menyediakan komoditas yang paling banyak dibutuhkan anggota. Di antaranya beras, minyak goreng dan gula.

“Barang-barang itu dibutuhkan anggota setiap bulan sehingga permodalan koperasi juga bisa berputar dengan cepat,” kata Desy.

Layanan KBJS kini juga mulai diperluas. Selain menyediakan kebutuhan pokok, koperasi telah mengembangkan layanan pembayaran pajak kendaraan dan BPJS.

Ke depan, penguatan koperasi akan diarahkan pada peningkatan jumlah anggota, penambahan modal dan diversifikasi layanan.

Dengan langkah tersebut, KBJS diharapkan mampu berkembang menjadi kekuatan ekonomi pekerja, bukan hanya sebagai tempat memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga sebagai sarana membantu mengurangi biaya hidup dan meningkatkan kesejahteraan buruh di Jawa Tengah. (dkp)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Enam UIN di Jateng Siap Bersinergi Tangani Kemiskinan hingga Pengelolaan Sampah

3 September 2026 - 09:22 WIB

Kebakaran Lahan di Klego Nyaris Merembet ke Permukiman, Babinsa dan Damkar Turun Tangan

3 September 2026 - 07:59 WIB

Setelah 20 Tahun Menunggu, Jembatan Garuda Merah Putih Resmi Tersambung di Kudus

3 September 2026 - 07:19 WIB

GBF 2026 Makin Meriah, Kreativitas Pelajar Berpadu dengan Hentakan Musik Rock

3 September 2026 - 07:08 WIB

Kafilah Jawa Tengah Optimistis Rebut Juara Umum MTQ Nasional 2026

3 September 2026 - 06:54 WIB

Peduli Korban Gedung Hogwan, Panitia GBF Salurkan Santunan dari Hasil Iuran Parkir

3 September 2026 - 06:45 WIB

Trending di Daerah