Menu

Mode Gelap
 

Kabar Jawa Tengah

Kawasan Industri dan KEK Jadi Mesin Investasi, Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah Tembus 5,37 Persen

badge-check


					Kawasan Industri dan KEK Jadi Mesin Investasi, Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah Tembus 5,37 Persen Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id — Keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Kawasan Industri (KI) semakin menunjukkan peran strategis mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.

Sepanjang 2025, ekonomi provinsi ini mampu tumbuh hingga 5,37 persen.

Dengan kontribusi langsung dari KEK dan KI mencapai sekitar 1,87 persen dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atau senilai Rp 9,29 triliun.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, Ali Said, menjelaskan bahwa kontribusi dari KEK sebesar 0,98 persen atau Rp 4,86 triliun.

Serta lewat kawasan industri sebesar 0,89 persen atau Rp 4,43 triliun.

Ia menilai angka ini menunjukkan potensi besar kawasan industri sebagai penggerak investasi dan aktivitas ekonomi daerah.

Menurut Ali, capaian baru juga dari kawasan yang telah lama operasi.

Ia optimistis kontribusi ekonomi akan meningkat signifikan ketika seluruh kawasan industri dan KEK maksimal.

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi secara umum, KEK dan KI juga memberikan dampak kuat.

Yakni pada sektor industri pengolahan yang menjadi penopang utama struktur ekonomi Jawa Tengah.

Pada 2025, sektor ini memiliki kontribusi sebesar 33,38 persen untuk perekonomian daerah.

Sekitar 3,70 persen datang dari aktivitas KEK dan kawasan industri.

BPS mencatat, hingga triwulan IV 2025 ada 109 perusahaan KEK Kendal dan 48 perusahaan KEK Industropolis Batang  ikut dalam pendataan.

Sementara untuk kawasan industri lain, puluhan perusahaan memberi dampak, yaitu KI Candi, KI Terboyo Semarang, KI Wijayakusuma.

Kemudian BSB Industrial Park, Jateng Land Park Sayung, Batang Industrial Park, serta beberapa kawasan industri lain.

Untuk menjaga akurasi data ekonomi, BPS melakukan pendataan rutin setiap triwulan, guna memperkuat basis data PDRB.

Sekaligus memantau perkembangan kontribusi kawasan industri dan KEK.

Dalam pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, BPS meminta dukungan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 pada Mei hingga Juli.

Sensus ini akan memetakan daya saing usaha, potensi ekonomi wilayah, ekonomi hijau, serta perkembangan UMKM dan tantangan pelaku usaha.

Komitmen Pemerintah Daerah

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan komitmen pemerintah daerah mempercepat pengembangan kawasan ekonomi dan industri.

Sebagai strategi utama menarik investasi sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru.

Ia juga mendorong pemerintah kabupaten dan kota untuk menyiapkan kawasan industri baru sesuai potensi wilayah masing-masing.

Sejumlah daerah seperti Cilacap, Kebumen, Banyumas, Brebes, Batang, Kendal, Demak, Semarang, hingga Rembang telah merespons dengan menyiapkan rencana pengembangan kawasan industri.

Dengan perluasan kawasan dan dukungan kebijakan yang terus diperkuat, KEK dan kawasan industri diproyeksikan menjadi fondasi penting transformasi ekonomi serta penggerak pertumbuhan berkelanjutan di Jawa Tengah pada tahun-tahun mendatang. (dkp)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Seminar Nasional Jurnalistik 2026 di STIKOM Semarang Soroti Tantangan Wartawan di Tengah Perkembangan AI

21 Juni 2026 - 14:11 WIB

Semarak Tahun Baru Islam, Warga Desa Bawu Meriahkan Pawai Obor dan Semarak Hijriah 1448 H

21 Juni 2026 - 13:03 WIB

Santuni 130 Anak Yatim, Polsek Genuk Perkuat Kepedulian Sosial di Momen Hari Bhayangkara ke-80

21 Juni 2026 - 08:44 WIB

MBG Jateng Prioritaskan Produk Lokal, SPPG Wajib Gunakan Telur dan Ayam Peternak Daerah Dua Kali Sepekan

21 Juni 2026 - 08:00 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Lakukan Ziarah ke Astana Giribangun Kenang Jasa Presiden Soeharto

20 Juni 2026 - 20:10 WIB

Tanam Puluhan Pohon, Kapolda Jateng Cup 2026 Gaungkan Semangat Generasi Muda Peduli Lingkungan

20 Juni 2026 - 20:00 WIB

Trending di KABAR JATENG