JAKARTA, Kabarjateng.id – Keberhasilan menekan angka stunting mengantarkan provinsi Jateng meraih penghargaan di bidang kesehatan dalam ajang National Governance Award 2026 yang berlangsung di Jakarta, Jumat malam (24/4/2026).
Panitia National Governance Award 2026 menyerahkan penghargaan kategori Health Ecosystem kepada Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi.
Capaian tersebut mencerminkan keberhasilan strategi terpadu yang dijalankan bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen dalam memperkuat layanan kesehatan hingga ke tingkat desa.
Strategi Terpadu Jadi Kunci
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengakselerasi penurunan stunting melalui berbagai program inovatif.
Di antaranya program Spesialis Keliling (Speling), Cek Kesehatan Gratis (CKG), percepatan layanan rumah sakit melalui Fastrack RS, serta penguatan pembiayaan kesehatan berbasis kolaborasi lintas sektor.
Ahmad Luthfi menegaskan, penghargaan tersebut lahir dari kerja bersama seluruh elemen, mulai dari tenaga kesehatan hingga pemerintah desa.
“Ini bukan sekadar penghargaan, tetapi bukti kerja kolektif. Seluruh unsur bergerak dalam satu sistem, mulai dari rumah sakit, puskesmas, laboratorium hingga stakeholder di desa,” tegasnya.
Ia juga memastikan, pemerintah provinsi akan terus memperkuat inovasi layanan kesehatan, terutama untuk menangani penyakit prioritas nasional seperti tuberkulosis (TBC).
Speling Perluas Akses Layanan
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yunita Dyah Kusminar, menjelaskan bahwa program Speling memberi dampak signifikan terhadap peningkatan akses layanan kesehatan masyarakat.
Berdasarkan data e-PPGBM, petugas kesehatan menimbang 1,9 juta balita dan mencatat angka stunting Jawa Tengah berada di level 9,8 persen.
“Program ini efektif karena layanan dokter spesialis hadir langsung di tengah masyarakat, terutama di wilayah dengan akses terbatas,” jelasnya.
Program Speling mengintegrasikan skrining kesehatan, layanan dokter spesialis, serta sistem rujukan rumah sakit dalam satu skema terpadu.
Hingga 21 April 2026, tim Speling menjangkau 1.030 desa di 440 kecamatan dengan total sasaran lebih dari 97.506 warga.
Selain itu, tenaga kesehatan memanfaatkan teknologi X-Ray portable TB X-PRESS untuk mempercepat deteksi dini tuberkulosis di lapangan.
CKG Lampaui Target Nasional
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) juga menunjukkan capaian menggembirakan.
Sepanjang 2025, tim pelaksana merealisasikan program hingga 37,73 persen atau setara 14,29 juta warga, melampaui target nasional.
Sementara pada 2026, capaian telah menembus 15,79 persen atau lebih dari 6 juta warga, sehingga menempatkan Jawa Tengah sebagai daerah dengan capaian tertinggi secara nasional.
Dukungan Daerah Perkuat Capaian Nasional
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menekankan bahwa keberhasilan nasional tidak terlepas dari kinerja pemerintah daerah.
“Kinerja nasional merupakan akumulasi dari kinerja daerah. Jika satu daerah menurun, maka akan berdampak pada capaian nasional,” ujarnya.
Dalam ajang tersebut, panitia juga memberikan penghargaan kepada Kabupaten Kebumen atas inovasi pelayanan publik dan reformasi birokrasi.
Selain itu, panitia menetapkan Kabupaten Sragen sebagai daerah dengan kepemimpinan strategis dalam mendorong pertumbuhan inklusif serta tata kelola pemerintahan.
Perkuat Posisi Jateng
Penghargaan ini semakin memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu provinsi dengan inovasi layanan kesehatan paling progresif di Indonesia.
Pemerintah daerah terus menunjukkan komitmen kuat untuk mempercepat penurunan stunting dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. (dkp)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.