SEMARANG, Kabarjateng.id – Komisi VII DPR RI menegaskan Jawa Tengah kian mengukuhkan diri sebagai motor baru transformasi ekonomi nasional.
Pertumbuhan sektor industri, pariwisata, dan ekonomi kreatif di provinsi ini menunjukkan peran strategis dalam menopang daya saing Indonesia.
Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, menyampaikan penilaian tersebut saat memimpin kunker di Semarang, Jumat (20/2).
Kawasan Industri Percepat Investasi dan Hilirisasi
Menurutnya, Jateng memegang peran strategis sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus peta pengembangan industri baru di Pulau Jawa.
Ia menegaskan provinsi ini berkontribusi langsung dalam mendorong transformasi ekonomi nasional.
“Keberadaan Kawasan Industri Terpadu Batang dan Kawasan Industri Kendal menjadi simpul penting penguatan investasi dan hilirisasi industri,” ungkapnya.
Menurutnya, kehadiran kawasan industri tersebut mendorong masuknya modal besar, membuka lapangan kerja, serta memperkuat rantai pasok industri nasional.
Pariwisata Tumbuh Konsisten, Sumbang PDRB 3,74 Persen
Di sisi lain, Wakil Ketua Tim, Evita Nursanty, menegaskan sektor pariwisata Jawa Tengah menunjukkan tren peningkatan konsisten selama tiga tahun terakhir.
Data tahun 2025 mencatat sektor pariwisata menyumbang 3,74 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Jumlah daerah tujuan wisata meningkat sekitar 32 persen sejak 2022.
Wisata alam mendominasi pertumbuhan tersebut, seiring dukungan konektivitas penerbangan langsung dari Singapura dan Kuala Lumpur menuju Semarang.
“Jawa Tengah ini luar biasa, terus meningkat. Rute penerbangan langsung dari Singapura dan Kuala Lumpur ke Semarang memberi dampak positif,” kata Evita.
Sinergi Pusat-Daerah Jadi Kunci Akselerasi
Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi, menyambut apresiasi tersebut dan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat sinergi.
“Kehadiran Komisi VII DPR RI memotivasi kami mempercepat penguatan sektor industri, pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi,” ujar Luthfi.
Ia menjelaskan Jawa Tengah memiliki luas wilayah hampir 3,3 juta hektare serta sekitar 7.800 desa dan 460 kelurahan.
Pemerintah provinsi mengoptimalkan kolaborasi lintas sektor dan penguatan investasi untuk mempercepat pembangunan.
Pengembangan Desa Wisata dan Destinasi Unggulan
Di sektor pariwisata, Jateng mengembangkan lebih dari 1.000 desa wisata.
Selain itu memperkuat destinasi unggulan seperti Candi Borobudur dan Rawa Pening sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi lokal.
“Kami optimistis dukungan infrastruktur dan konektivitas yang semakin baik akan mendorong sektor pariwisata terus tumbuh dan memperkuat ekonomi daerah,” tegas Luthfi.
Kunjungan kerja reses ini mempererat koordinasi pusat dan daerah untuk mengakselerasi pertumbuhan industri.
Dan memperluas investasi, serta meningkatkan kontribusi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional. (dkp)






Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.