SEMARANG, Kabarjateng.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan prakiraan cuaca di wilayah Jawa Tengah selama arus mudik Lebaran 2026 cenderung kondusif.
Meski begitu, pemudik tetap perlu mengatur waktu perjalanan dan meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat melintasi daerah pegunungan.
Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo, menjelaskan bahwa sebagian besar wilayah Jawa Tengah sudah melewati puncak musim hujan.
Namun, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi muncul di sejumlah daerah.
“Secara umum kondisi cuaca relatif stabil. Hujan yang turun biasanya ringan hingga sedang, meski sesekali dapat terjadi hujan lebat berdurasi singkat,” ujar Yoga, Kamis (19/3/2026).
Potensi Hujan Masih Ada
Yoga menuturkan, potensi hujan tersebut muncul hampir merata di kawasan Pantai Utara (Pantura), wilayah selatan, serta daerah pegunungan di bagian tengah Jawa Tengah.
Kondisi ini membuat pemudik perlu terus memperhatikan perubahan cuaca selama perjalanan.
Ia juga menekankan pentingnya kewaspadaan saat melintasi jalur dataran tinggi dan pegunungan.
Wilayah tersebut memiliki potensi hujan lebih tinggi dibandingkan daerah lain, sehingga meningkatkan risiko perjalanan.
“Jalur pegunungan perlu diwaspadai karena peluang hujan lebih besar dibanding wilayah lain,” jelasnya.
Waktu Perjalanan Jadi Kunci
BMKG menyarankan pemudik memilih waktu perjalanan pada pagi hingga siang hari.
Pada periode peralihan musim seperti sekarang, hujan lebih sering turun pada siang hingga menjelang sore.
Dengan memulai perjalanan lebih awal, pemudik dapat mengurangi risiko menghadapi hujan di jalan sehingga perjalanan terasa lebih aman dan nyaman.
Waspada di Lokasi Wisata Alam
Selain arus mudik, BMKG juga mengingatkan masyarakat yang berencana mengisi libur Lebaran dengan berwisata.
Pengunjung objek wisata alam, terutama di kawasan pegunungan dan aliran sungai, perlu meningkatkan kewaspadaan.
Potensi cuaca ekstrem bersifat lokal masih dapat terjadi, terutama di wilayah hulu sungai yang berada di daerah pegunungan.
Kondisi ini dapat memicu peningkatan debit air secara tiba-tiba.
“Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di wisata air maupun di sekitar sungai,” tegasnya.
Akses Informasi Cuaca Resmi
BMKG mengajak masyarakat aktif memantau perkembangan cuaca melalui layanan resmi yang tersedia secara daring.
Masyarakat dapat memanfaatkan platform Digital Weather for Traffic (DWT) untuk transportasi darat, System of Interactive Aviation Meteorology (Inasiam) untuk penerbangan, serta Indonesia Weather Information for Shipping (Inawis) bagi sektor maritim.
Melalui akses informasi yang cepat dan akurat, masyarakat dapat menyesuaikan rencana perjalanan serta aktivitas selama libur Lebaran dengan kondisi cuaca terkini. (dkp)






Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.