Menu

Mode Gelap
 

KABAR JATENG · 5 Nov 2025 09:29 WIB

Sekda Jateng Tekankan Pelayanan Perizinan Investasi Harus Cepat dan Tanpa Hambatan


					Sekda Jateng Tekankan Pelayanan Perizinan Investasi Harus Cepat dan Tanpa Hambatan Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menegaskan bahwa pelayanan perizinan investasi di Jawa Tengah harus dilakukan dengan cepat, mudah, dan tidak berbelit.

Pemerintah daerah, kata dia, memiliki tanggung jawab untuk menciptakan iklim investasi yang ramah dan efisien, bukan justru menjadi penghalang bagi para pelaku usaha.

“Pelayanan perizinan jangan sampai mempersulit investor. Tugas kita adalah mempermudah dan mempercepat prosesnya, bukan menjadi penghambat. Jangan sampai ada kesan kalau mau lewat harus bayar dulu. Itu bukan cara kerja kita,” tegas Sumarno dalam sambutannya pada acara Gala Dinner dan Investment Networking, rangkaian kegiatan Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2025, yang digelar di Hotel Tentrem, Semarang, Selasa (4/11/2025) malam.

Ia menambahkan, mempermudah proses perizinan merupakan bentuk nyata dari pelayanan publik yang profesional dan berorientasi pada hasil.

Melalui forum CJIBF 2025, pemerintah ingin menunjukkan keseriusan Jawa Tengah dalam menarik minat investor untuk menanamkan modalnya di berbagai sektor strategis.

“Investor harus kita layani dengan baik. Kalau perlu, kita jemput bola dan kita gelar karpet merah agar mereka merasa yakin menanamkan modal di Jawa Tengah,” ujar Sumarno.

Lebih lanjut, ia mengakui bahwa menarik minat investasi bukan hal mudah karena setiap daerah, bahkan negara, memiliki daya saing masing-masing.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah jika menemui kendala dalam proses investasi.

“Kolaborasi menjadi kunci. Jika ada persoalan di lapangan, segera komunikasikan agar dapat kita selesaikan bersama,” ucapnya.

Dalam gelaran CJIBF 2025, tercatat sebanyak 34 investor telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan nilai investasi mencapai Rp5 triliun.

Seluruhnya kini tengah menindaklanjuti kerja sama dengan pemerintah daerah tujuan masing-masing.

CJIBF merupakan agenda tahunan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah.

Tahun ini, forum tersebut mengusung tema “Promoting Central Java’s Investment Opportunity in Renewable Energy and Downstream Food Industry”, yang berfokus pada pengembangan ekonomi hijau dan industri berkelanjutan.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dalam kesempatan terpisah menyampaikan bahwa investasi menjadi salah satu pilar penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kegiatan CJIBF tahun ini diikuti oleh berbagai perwakilan kedutaan besar, seperti Pakistan dan Zimbabwe, serta para investor dan kepala daerah. Kita dorong bersama terwujudnya ekonomi terbarukan berbasis energi hijau dan produk yang berintegrasi,” ujarnya usai membuka forum di Ballroom Hotel Padma, Semarang.

Berdasarkan data terbaru, realisasi investasi di Jawa Tengah hingga triwulan III tahun 2025 telah mencapai Rp66,13 triliun, yang sebagian besar berasal dari penanaman modal asing (PMA).

Angka tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap potensi ekonomi di provinsi ini. (di)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Gubernur Luthfi Temui Massa May Day, Serap Aspirasi dan Siapkan Solusi untuk Buruh Jateng

2 Mei 2026 - 15:09 WIB

Saat Soeharto Tak Ingin Menjadi Presiden

2 Mei 2026 - 14:30 WIB

May Day 2026 di Ungaran, Ahmad Luthfi Tegaskan Buruh Jadi Pilar Utama Ekonomi Jateng

2 Mei 2026 - 08:33 WIB

Ahmad Luthfi Gandeng TNI, Jateng Ubah Gunungan Sampah Jadi Energi Alternatif

2 Mei 2026 - 08:03 WIB

Pemprov Jateng Dukung Penuh Raperda Pelayanan Publik

2 Mei 2026 - 07:32 WIB

Pemkab Brebes Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Kemarau 2026, Fokus Cegah Kekeringan dan Karhutla

2 Mei 2026 - 01:40 WIB

Trending di Daerah