Menu

Mode Gelap
 

Kabar Wonogiri · 4 Mar 2026 08:55 WIB

Petani Asal Baturetno Meninggal Saat Panen di Pracimantoro, Polisi dan Medis Pastikan Tak Ada Unsur Kekerasan


					Petani Asal Baturetno Meninggal Saat Panen di Pracimantoro, Polisi dan Medis Pastikan Tak Ada Unsur Kekerasan Perbesar

WONOGIRI, Kabarjateng.id – Seorang petani lanjut usia meninggal dunia saat memanen padi di area persawahan Ngulu Tengah, Desa Pracimantoro, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Selasa (3/3/2026) siang.

Personel Polsek Pracimantoro bersama tenaga medis langsung mendatangi lokasi untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.

Korban bernama Sukino (80), warga Desa Belikurip, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri.

Saat kejadian, ia memanen padi bersama seorang rekannya di sawah wilayah Ngulu Tengah.

Berpamitan Ambil Sabit, Tak Kembali

Sekitar pukul 13.00 WIB, korban dan saksi mulai memanen padi. Pada pukul 15.00 WIB, hujan turun cukup deras sehingga keduanya berteduh di gubuk sawah.

Beberapa saat kemudian, korban berpamitan kepada rekannya untuk mengambil sabit yang tertinggal di dekat tanaman padi.

Namun, ia tidak kembali ke gubuk. Saksi yang merasa khawatir segera menyusul dan mencari korban di lokasi terakhir ia terlihat.

Saksi menemukan korban tergeletak dan tidak sadarkan diri. Ia langsung meminta bantuan warga sekitar dan melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.

Polisi dan Medis Periksa Korban di TKP

Setelah menerima laporan, personel Polsek Pracimantoro segera menuju tempat kejadian perkara (TKP).

Petugas melakukan pengecekan dan olah TKP bersama tim medis dari Puskesmas Pracimantoro I.

Tim medis memeriksa bagian luar tubuh korban.

Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada tanda kekerasan maupun penganiayaan.

Keluarga korban menjelaskan bahwa korban memiliki riwayat penyakit asam lambung.

Kondisi tersebut diduga memicu korban meninggal dunia saat beraktivitas di sawah.

Keluarga Tolak Autopsi

Keluarga menerima peristiwa itu sebagai musibah dan tidak menuntut pihak mana pun.

Mereka juga menolak autopsi terhadap jenazah korban.

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pemeriksaan, petugas menyerahkan jenazah kepada keluarga. Keluarga kemudian memakamkan korban sesuai adat dan ketentuan yang berlaku. (ar)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Mangkunegaran Run 2026 Libatkan 7.750 Pelari, Pariwisata dan UMKM Jateng Makin Bergeliat

3 Mei 2026 - 20:25 WIB

Polri Jaga Ketat Final Voli Pordus Ngadirojo

3 Mei 2026 - 18:23 WIB

Jallu Law School Perkuat SDM Hukum, Luncurkan 7 Modul Pelatihan Strategis

3 Mei 2026 - 16:34 WIB

Hardiknas 2026 di Jateng, Ahmad Luthfi Dorong Sekolah Tani Jadi Pilar Ketahanan Pangan

3 Mei 2026 - 11:21 WIB

Kapolres Demak Apresiasi Kondusivitas May Day, Warga Tunjukkan Kedewasaan dalam Menyampaikan Aspirasi

3 Mei 2026 - 09:36 WIB

Kapolres Demak Cup 2026 Jadi Panggung Strategi Pelajar di Dunia E-Sport

3 Mei 2026 - 07:29 WIB

Trending di Daerah