Menu

Mode Gelap
 

Kabar Sragen

Pembangunan Jembatan Kali Bunder Sragen Capai 70 Persen, Wujud Konstruksi Mulai Terlihat

badge-check


					Pembangunan Jembatan Kali Bunder Sragen Capai 70 Persen, Wujud Konstruksi Mulai Terlihat Perbesar

SRAGEN | Kabarjateng.id – Pembangunan Jembatan Beton Kali Bunder di Dukuh Bunder RT 11, Desa Kedungwaduk, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, terus dikebut.

Hingga Selasa (1/9/2026), pengerjaan infrastruktur sepanjang 6 meter tersebut telah mencapai sekitar 70 persen.

Perkembangan pembangunan kini semakin mudah terlihat.

Setelah pekerjaan awal berupa penyiapan lahan dan konstruksi dasar diselesaikan, para pekerja mulai mengerjakan bagian dinding jembatan serta memasang pipa pada sisi dinding.

Tahap penyiapan lahan telah rampung sepenuhnya.

Selanjutnya, pekerjaan akan dilanjutkan dengan pembangunan dinding sayap yang menjadi bagian penting dari konstruksi jembatan.

Keberadaan Jembatan Kali Bunder dinilai memiliki arti penting bagi mobilitas masyarakat setempat.

Infrastruktur ini nantinya menghubungkan Dukuh Bunder, Desa Kedungwaduk, dengan Dukuh Pengkok, Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung.

Akses tersebut diperkirakan memberikan manfaat langsung kepada sekitar 100 kepala keluarga atau kurang lebih 300 warga yang selama ini membutuhkan jalur penghubung antarkawasan untuk menunjang berbagai aktivitas.

Progres yang telah mencapai 70 persen membuat pembangunan jembatan memasuki tahap lanjutan.

Sejumlah pekerjaan masih harus diselesaikan sebelum jembatan dapat digunakan oleh masyarakat.

Wagimin, salah seorang warga, menyambut baik perkembangan pembangunan tersebut.

Menurutnya, mulai terlihatnya bentuk jembatan menjadi tanda bahwa akses yang selama ini dinantikan warga semakin dekat untuk diwujudkan.

“Sekarang bentuk jembatannya sudah mulai kelihatan. Kami berharap pengerjaannya terus lancar sampai selesai karena akses ini sangat dibutuhkan warga untuk beraktivitas,” ujarnya.

Selain mempermudah mobilitas, jembatan tersebut diharapkan mampu mendukung kegiatan sosial dan perekonomian masyarakat.

Konektivitas antara kedua wilayah juga diharapkan semakin baik sehingga aktivitas warga dapat berlangsung lebih efektif.

Dengan penyelesaian proyek tersebut, masyarakat tidak hanya memperoleh akses penghubung yang lebih mudah, tetapi juga memiliki infrastruktur yang dapat menunjang perkembangan aktivitas warga di kedua wilayah. (ar)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Berawal dari Alasan Pinjam Mobil, Pria 29 Tahun Diduga Curi Emas dan Uang Rp46 Juta

1 September 2026 - 11:06 WIB

Kemarau Melanda, Kodim Batang Gelar Shalat Istisqa di Tengah Terik Matahari

1 September 2026 - 10:54 WIB

Solidaritas Jateng untuk Korban Gempa NTT Berlanjut, Lima Truk Logistik Dikirim

1 September 2026 - 08:39 WIB

Wagub Taj Yasin Buka Pintu Pemeriksaan BPK, OPD Diminta Siapkan Data Secara Transparan

1 September 2026 - 08:26 WIB

Polres Boyolali Perkuat Sinergi dalam Pencegahan TBC, Desa Karanggeneng Jadi Percontohan

1 September 2026 - 08:08 WIB

Rotasi Enam Pejabat Polres Boyolali, Kapolres Tekankan Adaptasi dan Pelayanan Publik

1 September 2026 - 07:58 WIB

Trending di Daerah