SEMARANG | Kabarjateng.id – Kesal karena kerusakan jalan tak kunjung ditangani dan terus memicu kecelakaan, warga bersama pedagang kaki lima di kawasan Bandarharjo, Kota Semarang, memilih bergotong royong memperbaiki jalan dengan biaya sendiri.
Perbaikan dilakukan melalui pengecoran di ruas Jalan Usman Janatin, RT 01 RW 09, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara. Seluruh biaya berasal dari hasil patungan masyarakat dan para pedagang yang beraktivitas di sekitar lokasi.
Aksi swadaya ini diprakarsai Slamet Setyono atau Yono bersama warga dengan didampingi Sujanto.
Menurut mereka, langkah tersebut diambil setelah bertahun-tahun menyaksikan banyak pengendara terjatuh akibat kondisi jalan yang berlubang dan rusak parah. Bahkan, sejumlah korban mengalami luka serius hingga patah tulang.
Yono mengatakan, rasa prihatin mendorong warga untuk bertindak tanpa menunggu proses perbaikan dari pemerintah yang dinilai belum kunjung terealisasi.
“Kami tidak tega melihat hampir setiap hari ada pengendara yang jatuh. Akhirnya kami berinisiatif mengumpulkan dana bersama. Pedagang kaki lima juga ikut membantu sehingga pengecoran bisa mulai dilakukan,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (7/7).
Menurutnya, jika hanya mengandalkan proses administrasi dan pengajuan usulan, dikhawatirkan masih akan muncul korban baru.
Karena itu warga memilih bergerak cepat demi mengurangi risiko kecelakaan di lokasi tersebut.
Ia menambahkan, sebelum dilakukan pengecoran, masyarakat telah beberapa kali berusaha menutup lubang menggunakan tanah urug.
Bahkan sempat memperoleh bantuan paving dari pihak pelabuhan.
Namun berbagai upaya itu hanya bersifat sementara karena jalan kembali mengalami kerusakan.
“Kami sudah beberapa kali memperbaiki secara sederhana, tetapi tidak bertahan lama. Akhirnya warga sepakat melakukan pengecoran agar hasilnya lebih kuat,” jelasnya.
Pengerjaan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan dana yang tersedia. Selain menyesuaikan anggaran, metode tersebut juga bertujuan agar arus kendaraan menuju kawasan pelabuhan tetap dapat melintas tanpa gangguan berarti.
Meski telah melakukan perbaikan secara mandiri, warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jalan secara permanen.
Mereka mengaku belum mengetahui secara pasti status kewenangan jalan tersebut, apakah berada di bawah pemerintah daerah atau pengelola kawasan pelabuhan.
Yono menilai ruas Jalan Usman Janatin memiliki peran penting sebagai jalur distribusi barang menuju pelabuhan sehingga kondisinya perlu mendapat perhatian serius.
“Jalan ini menjadi akses utama kegiatan ekonomi. Kalau rusak terus dan sering terjadi kecelakaan, tentu aktivitas masyarakat dan distribusi barang ikut terganggu,” katanya.
Warga berharap pemerintah bersama pihak terkait, termasuk pengelola pelabuhan, segera merealisasikan perbaikan menyeluruh sehingga keselamatan pengguna jalan lebih terjamin dan masyarakat tidak lagi harus menanggung biaya perbaikan secara swadaya. (dkp)






