Menu

Mode Gelap
 

Kabar Semarang

Wamendagri Tetapkan Semarang sebagai Kota “Transformer” Nasional

badge-check


					Wamendagri Tetapkan Semarang sebagai Kota “Transformer” Nasional Perbesar

SEMARANG | kabarjateng id – Kota Semarang mendapat pengakuan sebagai kota kategori “Transformer” di Indonesia dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Medan, Rabu (1/7). Pengakuan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya.

Predikat itu diberikan atas keberhasilan Pemerintah Kota Semarang melakukan transformasi tata kelola pemerintahan, memperkuat kemandirian fiskal, serta menciptakan iklim investasi yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam paparannya, Bima Arya menyebut Semarang sebagai salah satu contoh daerah yang mampu melakukan lompatan melalui transformasi struktural. Salah satu indikatornya adalah meningkatnya kemampuan pemerintah daerah membiayai pembangunan melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Berdasarkan data yang dipaparkan, Kota Semarang menempati peringkat kedua nasional untuk rata-rata rasio PAD terhadap total pendapatan selama periode 2022–2026, dengan capaian 63,26 persen. Capaian tersebut menunjukkan tingginya tingkat kemandirian fiskal daerah.

Kinerja PAD juga terus mengalami peningkatan. Nilainya tumbuh dari Rp2,85 triliun pada 2022 menjadi target Rp4,18 triliun pada 2026. Rasio PAD terhadap total pendapatan juga meningkat dari 53,46 persen menjadi 74,83 persen.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Pemerintah Kota Semarang dalam melakukan reformasi birokrasi, meningkatkan pelayanan publik, serta memperkuat digitalisasi pemerintahan.

“Predikat Transformer City ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan pemerintahan yang semakin profesional, transparan, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Penguatan PAD bukan semata soal angka, tetapi tentang memperbesar kemampuan daerah membiayai pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik,” kata Agustina.

Selain kemandirian fiskal, berbagai indikator pembangunan Kota Semarang juga menunjukkan tren positif. Nilai investasi telah mencapai Rp21,6 triliun dengan pertumbuhan 15,8 persen, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,9 persen atau di atas rata-rata nasional, serta tingkat pengangguran terbuka yang berhasil ditekan menjadi 5,01 persen. Di bidang pelayanan publik, Kota Semarang juga memperoleh predikat “Sangat Baik” dari pemerintah pusat.

Agustina menegaskan, pengakuan tersebut menjadi motivasi untuk terus memperkuat pendapatan daerah, mempercepat digitalisasi pelayanan, mengoptimalkan aset daerah, meningkatkan investasi, dan menghadirkan kebijakan yang berbasis data demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(day)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Dinkes Kota Semarang Selidiki Penyebab Dugaan Keracunan MBG di SMKN 6

1 Agustus 2026 - 12:16 WIB

Polres Semarang Pastikan Tidak Ada Kebakaran Hutan di Pringapus, Hotspot SIPONGI Berasal dari Bekas Pembakaran Rumput

31 Juli 2026 - 15:47 WIB

PMII Kota Semarang Resmi Jadi Sobat Bersinar BNNP Jateng, Perkuat Gerakan Pencegahan Narkoba

30 Juli 2026 - 21:22 WIB

DPRD Soroti Piutang Pajak Kota Semarang Tembus Rp1,2 Triliun

30 Juli 2026 - 18:55 WIB

Pangdam IV/Diponegoro Kawal Pengamanan VVIP Kunjungan Presiden Prabowo Resmikan Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang

30 Juli 2026 - 15:23 WIB

Kasdam IV/Diponegoro Pimpin Pengambilan Sumpah PNS TNI AD, Tekankan Integritas dan Dedikasi dalam Pengabdian

30 Juli 2026 - 15:10 WIB

Trending di KABAR JATENG