SEMARANG, Kabarjateng.id – Setahun memimpin Kota Semarang, Wali Kota Agustina Wilujeng Pramestuti bersama Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin menegaskan komitmen mempercepat pembangunan dengan memperkuat layanan dasar, infrastruktur, dan ekonomi kerakyatan.
Fokus itu menjadi fondasi transformasi jangka panjang di tengah tantangan efisiensi anggaran nasional.
Agustina menyampaikan hal itu dalam konferensi pers Setahun Kepemimpinan Agustina–Iswar di Aula Kecamatan Semarang Timur, Jumat (20/2) sore.
Ia menekankan bahwa setahun pertama kepemimpinannya untuk menjawab kebutuhan publik secara konkret.
“Kami membangun fondasi kuat agar percepatan pembangunan pada tahun-tahun berikutnya jalan lebih optimal,” ujar Agustina.
IPM Tertinggi di Jawa Tengah
Sejumlah indikator makro menunjukkan capaian positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Semarang tahun 2025 menembus angka 85,80 dan masuk kategori sangat tinggi.
Capaian ini menempatkan Semarang sebagai daerah dengan IPM tertinggi di Jawa Tengah.
Tingkat kepuasan masyarakat juga mencapai 83,6 persen sesuai survei Litbang Kompas. Angka itu mencerminkan kepercayaan publik kepada arah kebijakan pemerintah kota.
Fiskal Tangguh, UMKM Jadi Penopang
Dari sisi keuangan daerah, realisasi pendapatan Tahun Anggaran 2025 mencapai 92,31 persen.
Pajak hiburan realisasinya 106,38 persen dan pajak restoran 104,31 persen, melampaui target.
Sementara itu, pajak hotel hanya mencapai 79,10 persen akibat menurunnya kunjungan dinas pemerintah seiring kebijakan efisiensi belanja.
Agustina menilai perubahan pola belanja justru mendorong pertumbuhan sektor hiburan dan kuliner.
“Ketika belanja dinas pemerintah dipangkas, masyarakat tetap menggerakkan ekonomi melalui konsumsi di sektor hiburan dan kuliner. UMKM dan pelaku ekonomi kreatif menjadi penyangga utama,” tegasnya.
Lingkungan dan Kesehatan Menguat
Program Semarang Bersih mencatat pengelolaan 221.299 ton sampah sepanjang 2025 dengan dukungan 454 kontainer dan 237 TPS.
Pemkot juga membentuk 1.074 bank sampah yang melibatkan 35.411 warga.
Upaya penghijauan dilakukan di lahan seluas 16,58 hektare dengan penanaman 46.510 bibit serta pembangunan tiga ruang terbuka hijau.
Di bidang kesehatan, kepesertaan Universal Health Coverage meningkat signifikan dari 98.261 menjadi 228.859 warga.
Kasus stunting berhasil turun dari 5.480 menjadi 3.560 kasus pada 2025. Pemerintah kota juga membangun empat puskesmas dan tiga puskesmas pembantu baru.
Pendidikan dan Penanganan Rob
Pada sektor pendidikan, angka putus sekolah tingkat SD tercatat 0 persen dan SMP 0,01 persen.
Program sekolah swasta gratis menjangkau 129 sekolah pada 2025 dan akan menjadi 135 sekolah pada 2026.
Sementara itu, luas genangan rob turun dari 3,29 persen pada 2024 menjadi 2,71 persen pada 2025.
Sebanyak 230,98 hektare wilayah terdampak berhasil dibebaskan dari genangan.
Pemkot Semarang menegaskan lima pilar pembangunan—Semarang Bersih, Sehat, Cerdas, Makmur, dan Tangguh—akan terus diperkuat.
Agustina menambahkan, reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang bersih dari korupsi menjadi komitmen utama demi membangun kota yang tangguh dan inklusif. (day)






Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.