Menu

Mode Gelap
 

Kabar Semarang · 8 Mei 2026 09:57 WIB

PMI Kota Semarang Resmikan Ekstrakurikuler PMR di SLB BC Swadaya


					PMI Kota Semarang Resmikan Ekstrakurikuler PMR di SLB BC Swadaya Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang terus memperluas pendidikan kemanusiaan dengan meresmikan ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) di SLB BC Swadaya Semarang, Jalan Seteran Utara II No. 2, Jumat (8/5/2026).

Program ini menjadi langkah penting untuk menanamkan jiwa sosial, kemandirian, dan semangat gotong royong bagi siswa berkebutuhan khusus.

Peresmian tersebut berlangsung bertepatan dengan Hari Palang Merah Internasional dan menjadi simbol bahwa pendidikan kemanusiaan harus menjangkau semua kalangan, termasuk anak-anak penyandang disabilitas.

Kabid Organisasi PMI Kota Semarang, Endang Puji Hastuti, mengatakan kehadiran PMR di lingkungan SLB membuktikan bahwa nilai-nilai kemanusiaan tidak mengenal batas.

Menurutnya, siswa berkebutuhan khusus juga memiliki semangat besar untuk mempelajari pertolongan pertama dan kepedulian terhadap sesama.

“Anak-anak di sini sangat antusias mengikuti pelatihan. Ini membuktikan bahwa PMR tidak hanya dibutuhkan di sekolah umum, tetapi juga sangat penting di SLB. Dengan pendampingan guru dan kesabaran para pelatih, semua proses berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, PMI memberikan materi yang tidak jauh berbeda dengan sekolah umum, seperti pengenalan pertolongan pertama, penanganan sederhana saat keadaan darurat, hingga pembentukan karakter sosial.

Namun, para pelatih menyampaikan materi secara perlahan agar siswa benar-benar memahami pelajaran.

“Kalau di sekolah umum satu materi bisa selesai dalam satu jam pelajaran, di sini bisa membutuhkan waktu satu sampai dua hari. Yang terpenting mereka memahami dasar-dasarnya, terutama cara melindungi diri sendiri saat terjadi sesuatu,” jelasnya.

PMI Siapkan Perluasan Program ke SLB Lain

PMI juga berencana melanjutkan program serupa ke sejumlah SLB lain di Kota Semarang, termasuk SLB Negeri di Ketileng pada pekan depan.

Bahkan, beberapa sekolah luar biasa sebelumnya sudah menerima pendampingan selama bertahun-tahun sebelum akhirnya memiliki unit PMR secara resmi.

Endang menegaskan bahwa PMR tidak hanya untuk siswa sekolah umum, tetapi juga menjadi ruang belajar kemanusiaan bagi semua kalangan sesuai kemampuan masing-masing.

Sekolah Sambut Positif Kehadiran PMR

Kepala Sekolah SLB BC Swadaya Semarang, Riska Fitriyani Rahmansyah, menyebut program ini sebagai tonggak penting bagi sekolahnya.

Ia merasa bangga karena sekolah yang dipimpinnya menjadi salah satu SLB swasta pertama di Semarang yang memiliki ekstrakurikuler PMR.

“Ini menjadi hari yang sangat bersejarah bagi kami. Anak-anak kami memang memiliki kebutuhan khusus, sehingga pembinaan harus berjalan secara perlahan. Kehadiran PMR ini sangat bermanfaat untuk membangun jiwa sosial, rasa kemanusiaan, dan kepedulian terhadap sesama,” katanya.

Saat ini, SLB BC Swadaya Semarang memiliki 139 siswa dengan hambatan pendengaran dan hambatan intelektual.

Riska berharap keberadaan PMR dapat menjadi wadah pembelajaran yang setara dengan sekolah umum sekaligus membangun rasa bangga bagi siswa dan guru.

Selaras dengan Tema Hari Palang Merah Internasional

Sementara itu, Kepala Markas PMI Kota Semarang, dr. Anna Kartika Yuli Astuti, menegaskan bahwa program ini sejalan dengan tema PMI 2026, yakni Humanity for Elderly and People with Disabilities.

“Tema ini sangat sesuai dengan kegiatan kami hari ini. Kami ingin memastikan bahwa nilai kemanusiaan dapat dirasakan semua orang, termasuk penyandang disabilitas. Program ini akan terus berlanjut ke SLB lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, PMI akan menyesuaikan kurikulum PMR di SLB dengan kondisi siswa dan kebijakan sekolah agar proses belajar berjalan efektif, nyaman, dan berkelanjutan.

 

Editor: Mualim

Artikel ini telah dibaca 7 kali

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Pemkab Brebes Perkuat Kolaborasi dengan Kajari Baru demi Kawal Pembangunan yang Transparan

13 Mei 2026 - 22:08 WIB

Polrestabes Semarang Sigap Tangani Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswi UIN Walisongo

13 Mei 2026 - 07:30 WIB

Bupati Brebes Salurkan Bantuan untuk Anak Yatim, Perkuat Harapan dan Masa Depan Generasi Muda

12 Mei 2026 - 15:55 WIB

Jawa Tengah Percepat Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik, Semarang Raya Jadi Proyek Perdana

12 Mei 2026 - 12:30 WIB

Pimpinan Ponpes di Jepara Resmi Jadi Tersangka Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Santriwati

12 Mei 2026 - 11:19 WIB

CJIBF 2026 Jadi Pintu Masuk Investasi Hijau, Jateng Siapkan Kawasan Industri Baru

12 Mei 2026 - 08:38 WIB

Trending di Ekonomi & Bisnis