Menu

Mode Gelap
 

Kabar Semarang

Peringati Hari Kanker Anak Sedunia, YKAKI Cabang Semarang Gelar Aksi Peduli #BeraniGundul2026

badge-check


					Aksi cukur rambut dalam rangka peringatan Hari Kanker Anak sedunia yang dilaksanakan di The Park Mall Semarang. (foto: Mualim) Perbesar

Aksi cukur rambut dalam rangka peringatan Hari Kanker Anak sedunia yang dilaksanakan di The Park Mall Semarang. (foto: Mualim)

SEMARANG, Kabarjateng.id – Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Cabang Semarang kembali menggelar  aksi sosial peringati hari kanker anak dengan tajuk #BeraniGundul2026.

Kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kanker Internasional bertempat di The Park Mall Semarang, pada Sabtu (14/2/2026).

Acara Peringati Hari Kanker Anak ini juga menjadi momentum penting menumbuhkan empati masyarakat kepada perjuangan anak-anak penyintas kanker.

Kegiatan sekaligus menggalang dukungan bagi program pendampingan yang selama ini YKAKI jalankan.

YKAKI merupakan organisasi sosial yang fokus membantu pasien anak dengan kanker melalui sejumlah program utama.

Seperti Rumah Kita sebagai rumah singgah pasien dan keluarga, Sekolah-Ku sebagai pendampingan pendidikan, serta sosialisasi edukasi kesehatan.

Cabang Semarang YKAKI menjadi cabang kedelapan sejak mulai kegiatan pada 26 September 2016.

Dan kini terus aktif menyelenggarakan ragam kegiatan kemanusiaan ke wilayah Jawa Tengah.

Tahun ini, program #BeraniGundul2026 memasuki pelaksanaan ke-10 dari Semarang dan ke-13 secara nasional.

Melalui aksi cukur rambut massal sebagai ikon kegiatan, YKAKI mengajak masyarakat menunjukkan solidaritas kepada anak-anak pejuang kanker.

Seiring menggalang dana mendukung operasional Rumah Kita, Sekolah-Ku, serta kegiatan edukasi publik mengenai kanker anak.

Panitia menyiapkan rangkaian acara kolektif dan melibatkan partisipasi masyarakat luas.

We Care Charity Run mengawali kegiatan pertama, mulai pukul 05.00 WIB.

Selanjutnya, acara utama pukul 10.00 WIB dengan agenda cukur massal, donor darah, sosialisasi edukasi kesehatan, workshop memasak, hingga pentas seni yang melibatkan anak-anak dan relawan.

YKAKI juga menggelar program secara serentak dari kota ke kota lain, seperti Jakarta, Semarang, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, Manado hingga Pekanbaru, Riau.

Edukasi dan Aksi Sosial

Kepala Cabang YKAKI Kota Semarang, Vita Mahaswari, menjelaskan bahwa melaksanakan kegiatan ini selama satu hari penuh dengan rangkaian edukasi dan aksi sosial.

Sejak pagi, panitia membuka charity run bersama komunitas Undip Runners, lalu menghadirkan edukasi kesehatan oleh dokter hematologi anak dari RSUP Dr. Kariadi.

Adapula tim medis Perhimpunan Dokter Spesialis Anak Indonesia untuk meningkatkan kesadaran deteksi dini kanker pada anak.

“Aksi cukur rambut massal menjadi simbol utama kegiatan. Nama ‘Berani Gundul’ kami pilih sebagai bentuk empati atas efek kemoterapi kerap menyebabkan kerontokan rambut hingga kebotakan anak-anak pasien kanker,” jelas Vita.

Ia menegaskan aksi ini bukan sekadar seremoni, melainkan pesan moral bagi masyarakat.

Pada acara ini, sekitar 50 peserta telah mendaftar secara daring dan jumlahnya meningkat, melalui pendaftaran langsung atau dukungan dari kalangan ekspatriat Kota Semarang.

Hingga saat ini, YKAKI Semarang sejak 20 November 2016 telah memasuki tahun kesembilan pelayanan dan telah mendampingi 537 anak penderita kanker dari luar daerah.

YKAKI juga menyediakan rumah singgah bagi pasien usia 0-19 tahun dengan keluarga yang selama menjalani perawatan.

Menyediakan kapasitas 22 tempat tidur, bahkan sering menampung hingga 25 anak karena komitmen yayasan untuk tidak menolak pasien.

Biaya Operasional Harian

Selain menyediakan tempat tinggal sementara, YKAKI membantu kebutuhan makan, minum, serta biaya operasional harian keluarga pasien.

Program Sekolah-Ku juga memastikan anak-anak tetap mendapatkan hak pendidikan selama menjalani pengobatan.

Untuk layanan medis, YKAKI bekerja sama dengan RSUP Dr. Kariadi melalui skema pembiayaan BPJS Kesehatan.

Sementara untuk kebutuhan obat non-BPJS melalui penggalangan donasi masyarakat.

Ke depan, YKAKI akan memperkuat upaya promotif dan preventif menggandeng Dinas Kesehatan Kota Semarang guna meningkatkan literasi masyarakat atas gejala dini kanker pada anak.

“Semakin masyarakat memahami gejala awal kanker, semakin cepat tenaga medis mendeteksi dan menangani. Hal itu akan meningkatkan angka harapan hidup anak-anak,” tegas Vita.

Melalui Berani Gundul 2026, YKAKI Semarang kembali menegaskan bahwa perjuangan melawan kanker anak merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Solidaritas kecil seperti mencukur rambut atau donasi menjadi simbol besar harapan bagi para pejuang kecil untuk terus meraih masa depan.

Editor: Mualim

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Junjung Kebersamaan dan Demokrasi, Edi Riyanto Terpilih sebagai Ketua Gebyar Bumiayu Fair 2026

23 Juni 2026 - 08:39 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Polres Boyolali Beri Dukungan Nyata bagi Petani Lereng Merapi

23 Juni 2026 - 07:57 WIB

YKB Jateng Tingkatkan Kapasitas Guru dan Kepala Sekolah Lewat Bimtek Penyusunan Kurikulum

23 Juni 2026 - 07:34 WIB

Polri Sukses Ekstradisi Buronan Interpol dari Maroko, Tersangka Kasus Kresna Life Dipulangkan

23 Juni 2026 - 07:18 WIB

Setelah Puluhan Tahun Menunggu, Warga Boyolali Segera Nikmati Jembatan Penghubung Gumukrejo–Krasak

23 Juni 2026 - 07:00 WIB

Bedah Putusan Mbak Ita: Pengamat Hukum Sebut Peluang Pengembangan Kasus Masih Terbuka

23 Juni 2026 - 00:43 WIB

Trending di KABAR JATENG