SEMARANG | Kabarjateng.id – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang bergerak cepat menangani gangguan pipa transmisi yang menghambat aliran air ke ribuan pelanggan di wilayah Semarang Barat sejak Sabtu (23/5) sore.
Untuk membantu masyarakat, PDAM menyalurkan pasokan air bersih gratis memakai armada truk tangki ke sejumlah kawasan terdampak.
Masyarakat yang mengalami kendala pasokan air dapat segera menghubungi layanan pelanggan PDAM agar petugas menyalurkan bantuan air sesuai kebutuhan.
Gangguan itu muncul akibat kerusakan jaringan pipa di kawasan Jembatan Tiga Bambankerep, Kecamatan Mijen, yang memengaruhi sekitar 40 ribu pelanggan.
Direktur PT Air Semarang Barat (ASB), Yudi Nurpriantono, mengatakan tim teknis masih fokus memperbaiki jaringan pipa agar distribusi air kembali normal.
Menurutnya, proses pengerjaan akan rampung pada Minggu malam sekitar pukul 21.00 hingga 00.00 WIB.
Cuaca Ekstrem Picu Kerusakan Pipa
Yudi menjelaskan, cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi membuat struktur tanah di sekitar lokasi menjadi labil.
Pergerakan tanah itu memicu gangguan pada sambungan pipa hingga menyebabkan kebocoran.
“Dalam dua hari terakhir layanan air ke pelanggan di wilayah Semarang Barat mengalami gangguan karena proses perbaikan pipa transmisi. Curah hujan tinggi membuat tanah bergerak sehingga jaringan pipa ikut mengalami gangguan,” ujarnya saat menemui awak media, Minggu (24/5).
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan tersebut.
Menurutnya, perubahan kondisi alam berlangsung sangat cepat sehingga sulit diprediksi dan memicu kerusakan jaringan secara berulang.
Yudi mengungkapkan, selama bulan ini kerusakan pipa sudah terjadi tiga kali. Pergeseran tanah membuat sambungan pipa, flange, hingga penyangga mengalami masalah.
Medan Curam Hambat Proses Perbaikan
Tim teknis terus mempercepat penanganan agar distribusi air kembali normal.
Namun, lokasi kerusakan berada di area curam sehingga alat berat membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai titik perbaikan.
Selain titik di Jembatan Tiga Bambankerep, kawasan Jembatan Dua juga masuk wilayah rawan karena kondisi tanah yang tidak stabil sejak 2024.
Pelaksana Tugas Direktur Teknik PDAM Tirta Moedal, Hariyadi, menjelaskan pihaknya melakukan pengalihan distribusi air dari sumber lain guna mengurangi dampak gangguan terhadap pelanggan.
PDAM mengalirkan suplai tambahan dari TGM Gunungpati dan IPAM Kaligarang agar sebagian wilayah tetap memperoleh pasokan air bersih.
Meski begitu, skema pengalihan itu baru mampu melayani sekitar 30 persen pelanggan terdampak.
Enam Truk Tangki Siaga Layani Pelanggan
Selain melakukan switching distribusi, PDAM juga mengoperasikan enam armada truk tangki yang terus berkeliling menyalurkan air bersih ke sejumlah wilayah terdampak.
“Sejak kemarin sore hingga hari ini armada tangki terus bergerak mengirim air bersih kepada pelanggan,” kata Hariyadi.
Ke depan, PDAM akan mendatangkan tenaga ahli dari Jakarta guna memberikan rekomendasi penanganan permanen pada jalur pipa rawan tersebut.
Area rawan pergerakan tanah di lokasi itu mencapai sekitar 120 meter dan menjadi jalur utama suplai air baku untuk wilayah Semarang Barat.
Sementara itu, Kepala Humas PDAM Tirta Moedal, Charisma Mayang Sari, menegaskan bantuan air bersih melalui mobil tangki berlaku gratis khusus bagi pelanggan terdampak.
Ia menambahkan, petugas menjalankan distribusi secara bertahap berdasarkan skala prioritas karena jumlah pelanggan yang mengalami gangguan cukup besar.
Pelanggan yang membutuhkan bantuan air bersih darurat dapat menghubungi layanan pelanggan PDAM Tirta Moedal melalui WhatsApp maupun Call Center di nomor 08112680060 atau layanan bebas pulsa 08001503888. (day)






