Menu

Mode Gelap
 

Kabar Magelang

WNA Asal Iran Diamankan di Pasar Muntilan, Polisi Dalami Dugaan Pencurian Uang Pedagang

badge-check


					WNA Asal Iran Diamankan di Pasar Muntilan, Polisi Dalami Dugaan Pencurian Uang Pedagang Perbesar

MAGELANG | Kabarjateng.id – Aparat kepolisian bersama pihak Imigrasi tengah menyelidiki kasus dugaan pencurian yang melibatkan warga negara asing (WNA) di kawasan Pasar Muntilan, Kabupaten Magelang.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah video seorang WNA yang diamankan warga beredar luas di media sosial.

Video yang viral sejak Selasa (9/6/2026) itu memperlihatkan seorang pria asing diamankan oleh sejumlah warga setelah diduga terkait dengan hilangnya uang milik seorang pedagang di pasar tersebut.

Wakasat Reskrim Polresta Magelang, AKP Toyib Riyanto, menjelaskan bahwa pria yang sempat diamankan warga berinisial NNA dan merupakan warga negara Iran.

Setelah kejadian, NNA dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis sebelum menjalani pemeriksaan oleh penyidik.

Menurut hasil penyelidikan sementara, terdapat tiga warga negara Iran yang diketahui berada di Pasar Muntilan saat kejadian berlangsung. Ketiganya masing-masing berinisial DAS (58), NNA, dan FA (37).

Dari hasil pemeriksaan saksi dan korban, polisi menduga DAS sebagai pihak yang mengambil uang milik pedagang.

Sementara itu, keterlibatan NNA dan FA masih terus didalami oleh penyidik.

AKP Toyib mengungkapkan, peristiwa tersebut bermula ketika DAS dan NNA mendatangi lapak seorang pedagang makanan ringan.

Saat itu, DAS berpura-pura menjadi pembeli dan meminta penukaran uang kepada korban.

Karena kendala bahasa, komunikasi antara pedagang dan kedua WNA tersebut tidak berjalan lancar.

Korban kemudian mengeluarkan sejumlah uang dari tasnya dengan maksud membantu proses penukaran uang yang diminta.

Dalam situasi tersebut, DAS diduga memanfaatkan kelengahan korban dengan mengambil sebagian uang dan memasukkannya ke dalam kantong pakaian.

Korban yang menyadari tindakan itu langsung berusaha merebut kembali uangnya sambil berteriak meminta bantuan warga sekitar.

Teriakan korban mengundang perhatian masyarakat yang kemudian mengejar dan mengamankan salah satu WNA yang berada di lokasi.

Namun hingga kini, jumlah pasti uang yang sempat diambil masih belum dapat dipastikan karena korban belum mampu menjelaskan nominal kerugian secara rinci.

Polisi menegaskan bahwa berdasarkan keterangan saksi dan korban, sosok yang diduga melakukan pengambilan uang adalah DAS yang saat ini masih dalam pencarian.

Sementara terhadap NNA, belum ditemukan bukti yang menunjukkan keterlibatan langsung dalam aksi tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, NNA justru terlihat berkomunikasi dengan sejumlah saksi di lokasi saat kejadian berlangsung. Belum ada fakta yang mengarah pada peran aktifnya dalam dugaan tindak pidana itu,” ujar Toyib.

Di sisi lain, Kantor Imigrasi Wonosobo turut melakukan penelusuran terkait keberadaan ketiga warga negara Iran tersebut.

Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Kantor Imigrasi Wonosobo, Suwandono, menyampaikan bahwa ketiganya diketahui masuk ke Indonesia melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada 14 Mei 2026 menggunakan penerbangan yang sama.

Meski datang bersamaan, pihak Imigrasi masih mendalami hubungan ketiganya serta kemungkinan keterkaitan dengan kasus yang tengah ditangani kepolisian.

Suwandono menambahkan, setelah proses pemeriksaan oleh kepolisian selesai, pihak Imigrasi akan melakukan pemeriksaan lanjutan terkait aspek keimigrasian.

Jika ditemukan pelanggaran, tidak menutup kemungkinan akan dikenakan tindakan administratif berupa deportasi hingga pencegahan masuk kembali ke wilayah Indonesia.

Berdasarkan data awal, ketiga WNA tersebut masuk ke Indonesia menggunakan visa kunjungan wisata dan tidak tercatat memiliki tujuan kegiatan lain selama berada di Tanah Air.

Saat ini, Polresta Magelang masih memburu dua WNA lainnya yang belum diketahui keberadaannya sekaligus menelusuri aktivitas mereka selama berada di Indonesia.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan menyerahkan penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum sambil menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut. (Candra)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Pangdam IV/Diponegoro Resmi Pimpin Pergantian Komandan Yonif 400/Banteng Raiders

15 Juni 2026 - 17:04 WIB

Uji Kebugaran ARFF Digelar, Bandara Ahmad Yani Pastikan Personel Siap Hadapi Situasi Darurat

15 Juni 2026 - 16:19 WIB

Ratusan Warga Pati Padati Pengadilan Tipikor Semarang, Kawal Sidang Perdana Sudewo

15 Juni 2026 - 16:00 WIB

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Wagub Jateng Jadi Contoh Awal Pendataan Door to Door

15 Juni 2026 - 15:43 WIB

Kedok Jualan Es Teh, Pria Asal Semarang Diduga Edarkan Sabu di Jalur Pantura Demak

15 Juni 2026 - 15:20 WIB

Ngadu ke DPRD, Warga Candirejo Desak Pemkab Semarang Tinjau Ulang Jabatan Lurah

15 Juni 2026 - 13:23 WIB

Trending di Headline