SEMARANG | Kabarjateng.id – Komitmen menjaga kerukunan antarumat beragama dan memperkuat sinergi antarorganisasi terus diwujudkan di Kota Semarang.
Salah satunya melalui pertemuan silaturahmi yang dilakukan pengurus Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Kota Semarang dengan Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu (FKSB), yang berlangsung di Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Selasa (23/6/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarlembaga sekaligus memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan berbagai program sosial dan kemasyarakatan.
Selain itu, kedua pihak juga membahas upaya bersama dalam menumbuhkan nilai toleransi, persatuan, dan semangat kebangsaan di tengah masyarakat.
Ketua MUKI Kota Semarang, Agung Setiawan, mengatakan bahwa komunikasi yang baik antarorganisasi memiliki peran penting dalam membangun kerja sama yang produktif.
Menurutnya, silaturahmi ini juga menjadi wadah untuk menyamakan visi dalam menjalankan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Melalui pertemuan ini, kami ingin memperkuat kebersamaan serta meningkatkan koordinasi dalam berbagai kegiatan organisasi. Harapannya, sinergi yang terjalin dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Kota Semarang,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antarorganisasi masyarakat dapat menjadi kekuatan dalam mendorong berbagai kegiatan sosial, pendidikan, kemanusiaan, hingga penguatan wawasan kebangsaan.
Dengan komunikasi yang intensif, berbagai potensi persoalan sosial dapat diantisipasi dan diselesaikan secara bersama-sama.
Sementara itu, Ketua FKSB Kota Semarang, Dr. H. KRAT. AM. Jumai, SE., MM., menyampaikan apresiasinya atas kunjungan yang dilakukan MUKI.
Menurutnya, langkah tersebut mencerminkan semangat persatuan dan kepedulian terhadap terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis.
Ia menilai, komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan antar elemen masyarakat menjadi kunci dalam menjaga stabilitas sosial serta memperkuat rasa persaudaraan di tengah keberagaman.
“Perbedaan yang ada harus menjadi modal untuk membangun kebersamaan. Dengan dialog dan kerja sama yang baik, kita dapat menciptakan Kota Semarang yang damai, rukun, dan penuh toleransi,” ujarnya.
Melalui pertemuan ini, kedua organisasi berharap hubungan yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan.
Sinergi yang kuat diyakini mampu melahirkan berbagai program yang berdampak positif bagi masyarakat sekaligus memperkokoh nilai-nilai moderasi beragama, gotong royong, dan persatuan di Kota Semarang. (dkp)






