SEMARANG | Kabarjateng.id – Mahasiswa Program Studi Informasi dan Humas Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa edukasi budaya batik bagi generasi muda di Kampung Batik Djadhoel Semarang, Senin (25/5/2026).
Kegiatan ini dilakukan bekerja sama dengan Rumah Batik Djago dan Lakshmi Art sebagai upaya mendukung pelestarian budaya batik di kalangan generasi muda.
Kegiatan diikuti oleh siswa SMA yang memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih dekat proses pembuatan batik secara langsung.
Melalui workshop membatik yang difasilitasi oleh Lakshmi Art, peserta diperkenalkan pada berbagai motif batik serta praktik membatik menggunakan canting dan malam.
Perwakilan Lakshmi Art, Christine, menyampaikan bahwa edukasi membatik memiliki peran penting dalam mengenalkan budaya batik kepada generasi muda sejak dini.
“Budaya batik perlu terus diperkenalkan kepada anak-anak dan generasi muda. Melalui kegiatan edukasi seperti ini, mereka tidak hanya mengenal batik sebagai pakaian, tetapi juga memahami proses pembuatannya serta nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Harapannya, kesadaran untuk mencintai dan melestarikan batik dapat tumbuh sejak usia dini,” ujarnya.
Selain mengikuti praktik membatik, peserta juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya menjaga dan melestarikan budaya lokal sebagai bagian dari identitas bangsa.
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan Kampung Batik Djadhoel sebagai kawasan wisata budaya dan edukasi di Kota Semarang.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap kesadaran generasi muda terhadap budaya batik semakin meningkat sehingga warisan budaya Indonesia dapat terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.






