BANYUMAS | Kabarjateng.id – Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana banjir, Kodim 0701/Banyumas menggelar Latihan Aplikasi Sistem Blok Penanggulangan Bencana Alam di Desa Banjarparakan, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, hingga masyarakat setempat.
Seluruh peserta berkolaborasi dalam simulasi penanganan bencana guna menguji kesiapan personel serta efektivitas koordinasi lintas sektor saat menghadapi kondisi darurat.
Pada tahap awal atau fase pra-bencana, peserta latihan melakukan pendataan dan pemetaan wilayah yang berpotensi terdampak banjir.
Babinsa bersama unsur terkait mendata warga yang bermukim di sekitar aliran Sungai Serayu, termasuk mengidentifikasi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan warga yang membutuhkan perhatian khusus.
Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan jalur evakuasi dan langkah penanganan yang tepat apabila terjadi bencana.
Simulasi kemudian berlanjut ke fase tanggap darurat dengan skenario meluapnya Sungai Serayu yang mengakibatkan banjir di kawasan permukiman warga.
Dalam situasi tersebut, seluruh unsur bergerak cepat dan terkoordinasi untuk melaksanakan proses evakuasi, penyelamatan korban, serta pengamanan area terdampak.
Tim gabungan melakukan operasi penyelamatan menggunakan perahu karet dan sarana pendukung lainnya.
Proses evakuasi warga dari lokasi berisiko tinggi dilaksanakan secara terpadu dengan mengedepankan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama.
Komandan Kodim 0701/Banyumas, Edward Samosir, menegaskan bahwa latihan tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemampuan personel menghadapi berbagai kemungkinan bencana yang dapat terjadi di wilayah Banyumas.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menguji efektivitas sistem komando, komunikasi, dan koordinasi antarinstansi sehingga setiap unsur dapat menjalankan tugasnya secara optimal saat kondisi darurat benar-benar terjadi.
Sebagai bagian dari upaya mitigasi jangka panjang, rangkaian kegiatan ditutup dengan penanaman pohon di kawasan bantaran Sungai Serayu.
Langkah tersebut dilakukan untuk membantu menjaga stabilitas tanah, meningkatkan daya serap air, serta mengurangi risiko erosi yang berpotensi memperparah dampak banjir.
Melalui kombinasi antara latihan penanggulangan bencana dan aksi pelestarian lingkungan, Kodim 0701/Banyumas berharap dapat membangun kesiapan bersama sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko bencana di masa mendatang. (Pendim 0701/Banyumas).






