SEMARANG | Kabarjateng.id – PW GP Ansor Jawa Tengah menggandeng NU Care-LAZISNU Jawa Tengah serta RSI Sultan Agung Semarang untuk menyelenggarakan program Khitan Ceria Ansor Jawa Tengah 2026.
Kegiatan sosial ini menargetkan sebanyak 3.333 anak dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan digagas sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat sekaligus upaya meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori khitan massal dengan peserta terbanyak.
Program tersebut menjadi salah satu gerakan sosial berskala besar yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat, mulai dari organisasi kepemudaan, lembaga filantropi, tenaga kesehatan, dunia usaha hingga para relawan.
Melalui kolaborasi ini, penyelenggara ingin menghadirkan layanan khitan gratis yang aman, profesional, dan memberikan pengalaman menyenangkan bagi para peserta.
Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, M. Shidqon Prabowo, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata semangat Khadimul Ummah atau pelayan umat yang selama ini menjadi bagian dari nilai perjuangan Ansor.
Menurutnya, keberadaan organisasi tidak hanya diwujudkan melalui gagasan dan wacana, tetapi juga melalui aksi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menghadirkan kebahagiaan bagi ribuan anak dan keluarganya sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial serta semangat gotong royong di tengah kehidupan masyarakat.
Dukungan penuh juga datang dari RSI Sultan Agung Semarang sebagai mitra kesehatan utama dalam pelaksanaan kegiatan.
Direktur RSI Sultan Agung Semarang, dr. Agus Ujianto, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan tenaga medis yang kompeten, termasuk dokter spesialis dan perawat, guna memastikan seluruh peserta memperoleh layanan sesuai standar kesehatan.
Ia menegaskan bahwa aspek keamanan, kenyamanan, dan kualitas pelayanan menjadi prioritas utama sehingga seluruh proses khitan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat maksimal bagi peserta.
Sementara itu, Ketua NU Care-LAZISNU Jawa Tengah, dr. Muhammad Hayyi Wildani, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola untuk mendukung program kesehatan masyarakat.
Menurutnya, Khitan Ceria merupakan gerakan kolaboratif yang menggabungkan nilai filantropi, pelayanan kesehatan, dan kepedulian sosial.
Melalui program tersebut, masyarakat dapat merasakan secara langsung manfaat dari dana yang telah dipercayakan kepada NU Care-LAZISNU.
Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari sejumlah mitra strategis, di antaranya BNI 46, Bank Syariah Indonesia (BSI), Himpunan Perawat Urologi Indonesia (HPUI), YBM PLN UID Jawa Tengah dan DIY, Koperasi Pratama Mitra Abadi, serta Alfazza Nabawi Tour.
Selain memperoleh layanan khitan tanpa biaya, peserta juga akan menerima paket perlengkapan, edukasi kesehatan, pendampingan pasca-khitan, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Dengan target ribuan peserta, Khitan Ceria Ansor Jawa Tengah 2026 diharapkan menjadi salah satu program sosial kesehatan terbesar di Indonesia sekaligus memperkuat peran organisasi kemasyarakatan dalam mendukung pembangunan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. (di)






