Menu

Mode Gelap
 

Pendidikan

Dies Natalis ke-26, Unwahas Dorong Transformasi Kampus Berbasis IDEA

badge-check


					Dies Natalis ke-26, Unwahas Dorong Transformasi Kampus Berbasis IDEA Perbesar

SEMARANG | kabarjateng.id – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang menjadikan peringatan Dies Natalis ke-26 sebagai momentum memperkuat arah transformasi perguruan tinggi.

Peringatan yang berlangsung Sabtu (8/8/2026) tersebut mengusung tema “Transformasi 26 Tahun: IDEA (Internasionalisasi, Digitalisasi, Entrepreneurship/Leadership, Aswaja) untuk Unwahas Mendunia.”

Rektor Unwahas, Prof. Dr. Ir. Helmy Purwanto, S.T., M.T., IPM, mengatakan perjalanan Unwahas selama 26 tahun tidak terlepas dari kerja bersama seluruh sivitas akademika serta dukungan Yayasan Wahid Hasyim Semarang.

“Prestasi adalah milik bersama, sedangkan tanggung jawab untuk melakukan perbaikan berada pada rektor,” ujar Helmy dalam rangkaian Dies Natalis ke-26 Unwahas.

Menurutnya, capaian yang telah diperoleh kampus menjadi modal untuk terus melakukan pembenahan dan menghadapi tantangan pendidikan tinggi yang semakin kompleks.

“Karena itu, apa yang sudah dicapai harus menjadi pijakan untuk terus bergerak maju. Transformasi bukan sekadar pilihan, tetapi kebutuhan agar Unwahas mampu menjawab perubahan zaman,” katanya.

Selama 26 tahun, Unwahas berkembang cukup signifikan. Dari enam fakultas dan 13 program studi ketika awal berdiri pada 2000, kini Unwahas memiliki sembilan fakultas dengan 27 program studi lintas jenjang.

Sebanyak delapan program studi telah memperoleh akreditasi Unggul. Selain itu, Unwahas berhasil mendapatkan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi Unggul dari BAN-PT pada 19 November 2024.

Helmy menilai capaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan kualitas institusi sekaligus kepercayaan masyarakat terhadap Unwahas.

“Akreditasi Unggul merupakan hasil kerja bersama. Namun, capaian tersebut bukan akhir perjalanan. Justru menjadi tantangan agar kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian dan layanan kepada mahasiswa terus ditingkatkan,” jelasnya.

Kepercayaan masyarakat juga terlihat dari meningkatnya jumlah pendaftar mahasiswa baru.

Pada 2026 tercatat 1.673 pendaftar, naik 18,6 persen dibandingkan 2025 yang berjumlah 1.411 orang.

IDEA Jadi Arah Transformasi

Helmy menjelaskan, konsep IDEA yang menjadi tema Dies Natalis tahun ini dirancang sebagai arah pengembangan Unwahas dalam beberapa tahun mendatang.

Untuk aspek internasionalisasi, Unwahas terus memperluas jejaring dengan institusi luar negeri melalui kerja sama akademik, mobilitas mahasiswa dan dosen, kelas internasional serta riset kolaboratif.

Hingga 2026, Unwahas memiliki 75 mahasiswa asing dari 14 negara. Tiga program studi juga telah memiliki kelas internasional.

“Internasionalisasi bukan hanya soal jumlah mahasiswa asing. Yang lebih penting adalah bagaimana mahasiswa dan dosen memiliki pengalaman akademik global serta mampu berinteraksi dan berkolaborasi dengan masyarakat internasional,” kata Helmy.

Sementara dalam bidang digitalisasi, Unwahas terus mengembangkan berbagai sistem untuk menunjang aktivitas akademik dan tata kelola kampus.

Menurut Helmy, pemanfaatan teknologi harus memberikan dampak langsung terhadap kualitas layanan.

“Digitalisasi harus membuat pekerjaan menjadi lebih efektif, pelayanan lebih cepat, dan proses akademik semakin terintegrasi. Teknologi bukan sekadar pelengkap, tetapi bagian dari ekosistem kampus,” tegasnya.

Pada aspek entrepreneurship dan leadership, Unwahas mengembangkan sejumlah program seperti Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), FutureHub, pelatihan kepemimpinan, magang internasional, career center dan business center.

Helmy menekankan bahwa lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik.

“Mahasiswa harus dibekali kompetensi, keberanian berinovasi, kemampuan memimpin dan kesiapan menghadapi dunia kerja maupun dunia usaha,” ujarnya.

Sementara nilai Aswaja tetap menjadi fondasi dalam proses transformasi tersebut. Nilai Ahlussunnah wal Jamaah diarahkan untuk terintegrasi dalam pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan aktivitas kemahasiswaan.

Dorong Hilirisasi Hasil Riset

Transformasi Unwahas juga terlihat dari perkembangan penelitian dan inovasi. Pada periode 2022-2025, Unwahas telah menghasilkan 13 paten granted dari berbagai bidang, mulai farmasi, kimia, kosmetik, teknik, rekayasa hingga alat kesehatan.

Helmy mengatakan hasil riset tersebut tidak boleh berhenti sebagai karya akademik.

“Riset harus memberikan manfaat. Karena itu, kami mendorong agar hasil penelitian yang memiliki potensi terus masuk ke tahap hilirisasi sehingga dapat dikembangkan menjadi produk yang bisa digunakan masyarakat,” tuturnya.

Prestasi mahasiswa juga terus berkembang. Pada International Competition of Academic and Innovation 2026, tim Unwahas berhasil meraih Juara 1 Product Innovation dan Juara 1 Article Engineering.

Selain itu, mahasiswa Unwahas mencatat prestasi dalam bidang olahraga melalui SEA Games dan POMNAS. Wahid Hasyim Choir juga meraih dua medali emas dalam Malaysian Choral Eisteddfod di Kuala Lumpur.

Unwahas turut memperoleh sejumlah penghargaan sepanjang 2025-2026, di antaranya Mitra Terbaik Perguruan Tinggi dari BAZNAS RI, Collaborative Award Perguruan Tinggi Terbaik se-Jawa Tengah, Campus Entrepreneurial Marketing Award dari MarkPlus Institute dan Anugerah Pendidikan Tinggi LPTNU.

Siapkan Kampus Menghadapi Era AI

Memasuki usia ke-26, Unwahas mulai mempersiapkan transformasi menuju konsep Education 6.0.

Perkembangan kecerdasan buatan, teknologi cloud dan perubahan kebutuhan industri menjadi sejumlah faktor yang mendorong perubahan tersebut.

Helmy mengatakan perguruan tinggi harus mampu beradaptasi jika tidak ingin tertinggal.

“Perubahan teknologi berlangsung sangat cepat. Kampus harus mampu beradaptasi, tetapi tetap memastikan bahwa teknologi digunakan untuk memperkuat kompetensi dan karakter manusia,” ungkapnya.

Menurut dia, konsep Education 6.0 akan mendorong perubahan pola pembelajaran, termasuk pemanfaatan teknologi cloud, kurikulum yang lebih adaptif serta kolaborasi antara dosen, mahasiswa, AI, industri dan jejaring pengetahuan global.

“Target akhirnya bukan sekadar menjadikan Unwahas sebagai kampus yang modern, tetapi sebagai perguruan tinggi yang unggul, berkarakter, adaptif dan memberikan manfaat yang lebih luas,” pungkas Helmy.

Dengan mengusung IDEA, Unwahas menegaskan komitmennya untuk melanjutkan transformasi setelah melewati perjalanan 26 tahun.

Internasionalisasi, digitalisasi, penguatan kewirausahaan dan kepemimpinan serta nilai Aswaja menjadi fondasi menuju cita-cita menjadikan Unwahas sebagai perguruan tinggi yang semakin dikenal di tingkat global.

(Dok. Humas Unwahas: AYH/DN)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

RS UNWAHAS MAS Dibangun di Kawasan MAJT, Operasional Ditargetkan Mulai 2027

9 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Dua Residivis Ditangkap Polda Jateng, 20 Paket Sabu Disita dari Jaringan Temanggung

9 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Babinsa Jatisrono Beri Pelatihan PBB dan Wawasan Kebangsaan bagi Pelajar

9 Agustus 2026 - 18:34 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, Lapas Purwodadi Perkuat Kepedulian Lewat Aksi Sosial

9 Agustus 2026 - 18:17 WIB

Persit Kodim Batang Meriahkan HUT RI dengan Lomba Yel-Yel dan Estafet Sarung

9 Agustus 2026 - 17:10 WIB

Ahmad Luthfi Dorong PMII Kritis dengan Data dan Kawal Aspirasi hingga Tuntas

9 Agustus 2026 - 16:09 WIB

Trending di Daerah