SEMARANG, Kabarjateng.id – Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 menghadirkan nuansa istimewa bagi masyarakat Kota Semarang. Pasalnya, peringatan budaya masyarakat Tionghoa tersebut berlangsung dalam waktu yang berdekatan dengan datangnya bulan suci Ramadhan, sehingga menghadirkan suasana kebersamaan lintas budaya dan agama di tengah kehidupan kota.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyampaikan bahwa momentum ini menjadi kesempatan berharga untuk memperkuat nilai toleransi sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.
Ia berharap perayaan Imlek 2577 Kongzili yang memasuki Tahun Shio Kuda Api dapat membawa harapan baru berupa kesejahteraan dan keberkahan bagi masyarakat.
Menurutnya, momen kebersamaan tersebut bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga mencerminkan identitas Semarang sebagai kota yang terbuka dan menjadi rumah bagi beragam latar belakang suku, agama, serta komunitas.
Dalam berbagai kegiatan yang melibatkan lintas elemen masyarakat, diharapkan tercipta persepsi bersama untuk menjaga Semarang tetap damai dan harmonis.
Agustina menilai kedekatan waktu antara Imlek dan Ramadhan merupakan ruang strategis untuk memperkuat semangat saling menghargai.
Ia menambahkan, masyarakat nantinya dapat menyaksikan perpaduan simbol budaya dari kedua tradisi yang hadir berdampingan sebagai wujud keberagaman yang hidup secara harmonis.
Berbagai agenda budaya juga telah disiapkan untuk memeriahkan momentum tersebut.
Kawasan Sam Poo Kong akan menjadi pusat perayaan melalui kegiatan Imlek Vaganza yang dijadwalkan berlangsung pada 14 hingga 17 Februari 2026, menghadirkan pertunjukan seni dan tradisi khas yang menjadi daya tarik masyarakat.
Di sisi lain, tradisi Dugderan yang menandai datangnya bulan Ramadhan juga akan kembali digelar.
Karnaval budaya tahunan ini akan berlangsung pada Senin, 16 Februari 2026, dengan rangkaian kegiatan khas seperti pemukulan bedug oleh Wali Kota sebagai simbol dimulainya bulan suci bagi umat Muslim.
Rangkaian kegiatan budaya yang berlangsung berdekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan suasana meriah sekaligus mempererat kebersamaan warga.
Pemerintah Kota Semarang optimistis momentum ini akan membawa kebahagiaan bersama dan semakin menegaskan citra Semarang sebagai kota yang inklusif, damai, serta menjunjung tinggi nilai persaudaraan. (day)







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.