SEMARANG, Kabarjateng.id – Panitia Peringatan Hari Lahir (Harlah) Se-Abad Nahdlatul Ulama (NU) akan menghadirkan sejumlah layanan publik gratis bagi masyarakat dalam rangkaian Apel Kemanusiaan yang digelar di Alun-alun Kabupaten Batang pada Minggu (1/2/2026) mendatang.
Layanan tersebut dikemas dalam bentuk posko terpadu yang meliputi pemeriksaan kesehatan, donor darah, konsultasi hukum, serta pendampingan wakaf dan pertanahan.
Posko layanan ini akan berlokasi di rumah dinas Bupati Batang dan terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya.
Sekretaris Panitia Harlah Se-Abad NU PWNU Jawa Tengah, Wahidin Said, mengatakan keberadaan posko ini merupakan bentuk kepedulian NU terhadap kebutuhan sosial masyarakat, khususnya di bidang kesehatan dan hukum.
“Kami menyiapkan lima jenis layanan, yaitu layanan kesehatan umum, pemeriksaan oleh dokter spesialis, donor darah, konsultasi hukum, serta konsultasi wakaf dan pertanahan. Seluruhnya bisa dimanfaatkan masyarakat secara gratis,” ujar Wahidin di Semarang, Rabu (28/1/2026).
Untuk mendukung kelancaran layanan, panitia menggandeng sejumlah mitra strategis, di antaranya Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, RSJD Amino Gondohutomo Semarang, serta Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Batang.
Selain melibatkan pihak eksternal, panitia juga mengoptimalkan peran lembaga internal NU, yakni Lembaga Pelayanan dan Bantuan Hukum (LPBH) PWNU Jawa Tengah serta Lembaga Wakaf dan Pertanahan (LWP) PCNU Kabupaten Batang.
Wahidin menjelaskan, posko layanan akan mulai beroperasi sejak pukul 12.00 WIB hingga kegiatan Apel Kemanusiaan selesai.
Saat ini, koordinasi teknis antara panitia tingkat wilayah, panitia daerah, dan para mitra masih terus dimatangkan agar pelaksanaan di lapangan berjalan optimal.
Usai apel kemanusiaan, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan istighotsah yang dijadwalkan berlangsung setelah Salat Isya.
Istighotsah tersebut akan dipimpin oleh Wakil Ketua PW Jam’iyyatul Qurra wal Huffadz (JQH) NU Jawa Tengah, KH Ahmad Baduhun Badawi.
Sebelum istighotsah, jamaah akan mengikuti pengajian bandongan yang diasuh Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah, KH Ubaidillah Shodaqoh.
Kitab yang akan dikaji adalah Aisyul Bahr, yang mengulas kisah dan hikmah kehidupan makhluk-makhluk di laut.
“Jamaah nantinya akan mendapatkan buku panduan berisi bacaan istighotsah, sekaligus salinan bagian kitab Aisyul Bahr yang dibacakan,” pungkas Wahidin. (arh)
Editor: Mualim






