Menu

Mode Gelap
 

Kabar Semarang · 31 Jan 2026 17:22 WIB

Gus Rozin: Satu Abad NU, Warisan Pengabdian yang Terus Mengakar di Tengah Umat


					Gus Rozin: Satu Abad NU, Warisan Pengabdian yang Terus Mengakar di Tengah Umat Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id — Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin, menyampaikan bahwa peringatan satu abad Nahdlatul Ulama (NU) bukan sekadar momentum seremonial atau hitungan usia organisasi.

Lebih dari itu, satu abad NU merupakan catatan panjang pengabdian yang terus tumbuh dan mengakar di tengah kehidupan umat.

Menurut Gus Rozin, perjalanan NU selama 100 tahun mencerminkan konsistensi khidmah dalam dimensi keagamaan, sosial, dan kebangsaan.

Karena itu, ia mengajak seluruh warga Nahdliyin untuk menjadikan peringatan satu abad NU sebagai ruang refleksi, dengan menundukkan hati, memperbanyak doa, serta meneguhkan rasa syukur kepada Allah SWT.

“Seratus tahun NU bukan hanya soal waktu, tetapi tentang jejak pengabdian yang terus hidup di tengah umat. Di usia satu abad ini, sudah sepantasnya kita menundukkan hati, memperkuat doa, dan mensyukuri nikmat istiqamah, persatuan, serta keberlanjutan NU yang Allah anugerahkan,” ujar Gus Rozin, Sabtu (31/1/2026).

Ia menegaskan, keberadaan NU di Jawa Tengah tidak hanya berfungsi sebagai organisasi struktural, tetapi juga sebagai gerakan sosial-keagamaan yang menyatu dengan denyut kehidupan masyarakat.

NU hadir untuk menjaga ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah, merawat tradisi keagamaan, serta memperkokoh nilai-nilai kebangsaan.

Dalam bidang keilmuan, Gus Rozin menilai pesantren-pesantren NU memiliki peran penting sebagai penjaga dan penerus tradisi keilmuan Islam Nusantara.

Pesantren menjadi ruang tumbuhnya ilmu pengetahuan yang diwariskan secara berkesinambungan, disertai semangat moderasi dan kecintaan terhadap Islam yang ramah.

Sementara itu, melalui sekolah dan madrasah, NU menanamkan nilai keilmuan, pembentukan akhlak, serta semangat cinta tanah air kepada generasi muda sebagai fondasi membangun masa depan bangsa.

Gus Rozin juga menyoroti peran NU dalam merespons berbagai situasi darurat dan krisis kemanusiaan.

Ia menegaskan bahwa NU selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat bencana melanda wilayah Jawa Tengah.

“Dalam setiap bencana, NU selalu berada di garda terdepan. Bergerak cepat membantu masyarakat tanpa jarak dan tanpa pamrih. Inilah bentuk nyata khidmah NU,” tuturnya.

Di sektor sosial dan ekonomi, termasuk penguatan ketahanan keluarga dan pangan, NU terus bekerja melalui aksi nyata yang melibatkan seluruh elemen jam’iyah.

Lembaga-lembaga NU menjalankan peran sesuai bidang masing-masing, sementara badan otonom menjadi penggerak kaderisasi dan kekuatan sosial yang aktif di tengah masyarakat.

Menutup pernyataannya, Gus Rozin mengajak seluruh warga NU untuk merawat dan membesarkan jam’iyah di abad kedua dengan semangat kebersamaan dan kasih sayang.

“Mari kita jaga NU dengan rukun dan kebersamaan, bersatu dalam ikatan lahir dan batin. Terus hadir, berkhidmah, dan bertumbuh bersama NU demi umat, bangsa, dan masa depan Indonesia yang damai dan bermartabat,” pungkasnya. (arh)

Editor: Mualim

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Putri Wagub Jateng Ukir Prestasi, Raih Juara Robotik Nasional 2026

26 April 2026 - 18:31 WIB

Wagub Jateng Dorong Kolaborasi dengan Rifa’iyah untuk Perkuat UMKM, Pendidikan, dan Dakwah

26 April 2026 - 17:26 WIB

PWI Dorong Perlindungan Karya Jurnalistik Masuk Revisi UU Hak Cipta

26 April 2026 - 17:07 WIB

Stop Hoaks! Gubernur Luthfi Serukan Masyarakat Aktif Cek Fakta di Era Digital

26 April 2026 - 16:52 WIB

Humas PSHT Se-Soloraya Digembleng di Surakarta, Perkuat Literasi Media dan Citra Organisasi

26 April 2026 - 15:17 WIB

Gubernur Luthfi Gagas Kontes Sapi Perah untuk Genjot Produksi Susu Jateng

26 April 2026 - 14:40 WIB

Trending di Daerah