SEMARANG | Kabarjateng.id – Aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau berdampak terhadap operasional penerbangan di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang.
Hingga Minggu (6/9/2026) pukul 10.00 WIB, sejumlah penerbangan tercatat dibatalkan, sementara satu penerbangan mengalami keterlambatan.
General Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto, mengatakan penyesuaian jadwal penerbangan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi terkini yang berkaitan dengan aktivitas vulkanik.
Pada sektor keberangkatan, sedikitnya enam penerbangan dibatalkan.
Penerbangan tersebut meliputi Indonesia Air Transport ID 7369 tujuan Jakarta (CGK) dengan 153 penumpang, Sriwijaya Air SI 570 menuju Karimunjawa (KWB) dengan enam penumpang, serta Garuda Indonesia GA 231 dan GA 235 menuju Jakarta yang masing-masing membawa 159 dan 169 penumpang.
Selain itu, penerbangan Citilink QG 794 tujuan Banjarmasin (BDJ) dengan 149 penumpang dan QG 791 menuju Jakarta dengan 180 penumpang juga masuk dalam daftar penerbangan yang dibatalkan.
Dari sisi kedatangan, lima penerbangan turut mengalami pembatalan. Yakni ID 6338 dari Jakarta dengan 64 penumpang, SI 571 dari Karimunjawa dengan enam penumpang, GA 232 dari Jakarta dengan 130 penumpang, QG 795 dari Banjarmasin dengan 109 penumpang, serta QG 790 dari Jakarta yang membawa 90 penumpang.
Sementara itu, satu penerbangan mengalami keterlambatan. Pesawat Indonesia Air Transport IN 196 tujuan Pangkalan Bun (PKN) yang semula dijadwalkan berangkat pukul 08.45 WIB mengalami perubahan jadwal dan diperkirakan berangkat pukul 13.05 WIB.
Penerbangan IN 195 dari Pangkalan Bun yang seharusnya tiba pukul 08.15 WIB juga mengalami penyesuaian, dengan estimasi kedatangan menjadi pukul 12.15 WIB. Pesawat tersebut membawa 69 penumpang.
Sulistyo mengimbau calon penumpang untuk tidak hanya mengandalkan jadwal awal penerbangan.
Masyarakat diminta memeriksa kembali informasi penerbangan melalui kanal resmi masing-masing maskapai sebelum menuju bandara.
“Untuk informasi kebandaraudaraan, pengguna jasa dapat menghubungi Contact Center InJourney Airports 172,” kata Sulistyo dalam keterangannya tertulisnya, Minggu (6/9/2026).
Pihak Bandara Ahmad Yani Semarang memastikan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas Anak Gunung Krakatau terus dilakukan.
Koordinasi juga dijalankan bersama BMKG dan AirNav Indonesia guna memperoleh informasi terbaru mengenai kondisi cuaca, termasuk potensi sebaran abu vulkanik yang dapat memengaruhi keselamatan penerbangan.
Selain dengan otoritas penerbangan, pengelola bandara juga berkoordinasi dengan maskapai dan perusahaan ground handling untuk menyesuaikan operasional dengan perkembangan situasi.
Sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan perubahan jadwal penerbangan, pihak bandara juga telah berkoordinasi dengan penyedia transportasi darat.
Opsi angkutan darat disiapkan untuk membantu mobilitas pengguna jasa apabila terjadi gangguan terhadap penerbangan.
Pengelola Bandara Ahmad Yani menegaskan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan operasional.
Pemantauan dan koordinasi lintas pihak akan terus dilakukan selama kondisi akibat aktivitas erupsi masih berpotensi memengaruhi penerbangan. (dkp)






