BREBES | Kabarjateng.id – Suasana panggung utama Gebyar Bumiayu Fair (GBF) 2026 berlangsung semarak dengan digelarnya Mobile Legends GBF Cup 2026, Sabtu (5/9/2026).
Sebanyak 33 tim esports dari Bumiayu dan sejumlah daerah lainnya ambil bagian dalam kompetisi yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan GBF tersebut.
Turnamen ini tidak sekadar menjadi ajang adu kemampuan bermain gim, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas, kemampuan bekerja sama, sekaligus menjunjung tinggi sportivitas dalam sebuah kompetisi.
Setiap tim diperkuat lima pemain utama dan satu pemain cadangan.
Mereka dituntut mampu menyusun strategi, membangun komunikasi dan menjaga kekompakan untuk meraih kemenangan dalam pertandingan Mobile Legends.
Antusiasme peserta dan penonton terlihat sepanjang berlangsungnya kompetisi.
Kehadiran puluhan tim dari berbagai daerah sekaligus menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap esports yang dalam perkembangannya telah menjadi bagian dari ekosistem olahraga prestasi.
Kompetisi tersebut juga mendapat perhatian dari Wakil Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Brebes, Muhammad Nur Hidayat, bersama perwakilan Esports Indonesia (ESI) Kabupaten Brebes, Rizka Andy Nurrizal, yang hadir langsung memantau jalannya pertandingan.
Ketua Panitia Penyelenggara Mobile Legends GBF Cup 2026, Jefry Arsya Roby, mengatakan perkembangan esports saat ini tidak dapat dipandang semata-mata sebagai aktivitas bermain gim.
Menurutnya, esports telah berkembang menjadi cabang olahraga yang memiliki wadah pembinaan dan kompetisi secara resmi.
“Anak muda, khususnya generasi milenial dan Gen Z yang memiliki hobi bermain gim, bisa mengarahkan kegemaran tersebut menjadi kegiatan yang positif dan terarah hingga mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan,” kata Jefry.
Ia berharap masyarakat, khususnya para orang tua, tidak lagi memandang aktivitas bermain gim secara sempit.
Dengan pendampingan dan pembinaan yang tepat, kegemaran bermain gim dapat diarahkan menjadi aktivitas yang produktif.
“Kami berharap orang tua dan masyarakat tidak perlu takut atau was-was anaknya kecanduan game online. Yang terpenting adalah bagaimana hobi tersebut diarahkan, didampingi dan dilakukan secara sehat serta memiliki tujuan,” ujarnya.
Jefry menambahkan, esports telah mendapatkan pengakuan sebagai salah satu cabang olahraga dan memiliki organisasi serta wadah pembinaan di bawah KONI.
Sementara itu, Ketua Gebyar Bumiayu Fear (GBF) 2026, Edi Riyanto, SH., MH., menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan peserta yang telah menyukseskan penyelenggaraan Mobile Legends GBF Cup 2026.
Menurut Edi, kehadiran kompetisi esports dalam rangkaian GBF menjadi bukti bahwa kegiatan tersebut berupaya memberikan ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk berkreasi dan berprestasi.
“GBF ingin menjadi ruang bersama bagi masyarakat, terutama anak-anak muda dan generasi Z, untuk menyalurkan kreativitas, energi dan potensi mereka melalui kegiatan yang positif. Esports merupakan salah satu bentuk kreativitas generasi muda yang hari ini berkembang menjadi bagian dari olahraga prestasi,” ujar Edi.
Ia menilai, generasi Z memiliki karakter yang sangat dekat dengan perkembangan teknologi dan dunia digital.
Karena itu, potensi tersebut perlu diberikan ruang dan diarahkan agar tidak berhenti pada aktivitas hiburan, tetapi dapat berkembang menjadi prestasi, kreativitas dan kegiatan yang memberikan manfaat bagi lingkungan.
“Anak-anak muda tidak cukup hanya menjadi penonton. Mereka harus diberi kesempatan untuk menjadi pelaku, berkreasi, berkompetisi dan menunjukkan kemampuannya. Melalui GBF, kami ingin membangun ruang kolaborasi bagi generasi muda sekaligus memperkuat semangat kebersamaan masyarakat Bumiayu,” katanya.
Edi berharap kegiatan seperti Mobile Legends GBF Cup dapat menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan bagi talenta-talenta muda di bidang esports.
Menurutnya, kompetisi yang sehat juga dapat menanamkan nilai kedisiplinan, kerja sama tim, sportivitas dan tanggung jawab.
“Yang terpenting bukan hanya siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana anak-anak muda mendapatkan pengalaman berkompetisi, belajar bekerja dalam tim, menghargai lawan dan membangun mental sportivitas. Nilai-nilai itulah yang kami harapkan tumbuh melalui kegiatan GBF,” tutur Edi.
Setelah melalui persaingan yang ketat, Tim Petualang Sejati dari Purwokerto, Banyumas, berhasil keluar sebagai juara pertama Mobile Legends GBF Cup 2026. Sementara itu, Tim Infinix dari Bumiayu menempati posisi juara kedua.
Hasil tersebut sekaligus menutup rangkaian kompetisi yang berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari peserta maupun masyarakat yang hadir di lokasi kegiatan. (wb)






