SEMARANG, Kabarjateng.id – Upaya pencarian terhadap remaja bernama Nadia Eka Kurniawati (13), yang terseret arus Sungai Kalimalang di wilayah Mijen, Kota Semarang, akhirnya mencapai titik akhir.
Tim dari Basarnas Kantor SAR Semarang bersama unsur SAR gabungan menemukan korban pada Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 14.40 WIB dalam kondisi meninggal dunia.
Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, menjelaskan bahwa tim menemukan korban sekitar tujuh kilometer dari lokasi kejadian perkara (LKP).
Tubuh korban tertimbun material sampah yang terbawa arus banjir. Proses evakuasi berlangsung dengan hati-hati mengingat kondisi medan dan tumpukan material yang menyulitkan akses.
“Tim menyisir aliran sungai secara bertahap hingga akhirnya menemukan korban pada siang hari. Setelah proses identifikasi awal, petugas langsung mengevakuasi jenazah ke rumah duka di wilayah Cangkiran, Mijen,” ujar Budiono.
Sebelumnya, Nadia yang tercatat sebagai siswi SMP Negeri 3 Boja, Kabupaten Kendal, terseret arus saat melintasi jalan desa yang terendam banjir pada Selasa (10/2/2026) sekitar pukul 19.25 WIB.
Saat itu, ia berboncengan dengan rekannya, Alifa Ayudia Inara.
Arus deras menghantam sepeda motor yang mereka kendarai hingga keduanya terjatuh ke sungai Kalimalang yang berada di sisi jalan.
Alifa berhasil menyelamatkan diri dengan berpegangan pada bagian tepi sungai.
Namun, Nadia tidak mampu melawan kuatnya arus dan hilang terbawa aliran air yang meluap akibat hujan deras.
Sejak laporan kejadian diterima, tim SAR gabungan langsung menggelar operasi pencarian.
Petugas menyisir aliran sungai dari titik awal korban terjatuh hingga ke hilir, termasuk area mendekati Waduk Jatibarang.
Tim membagi sektor pencarian dan memanfaatkan perahu karet serta alat pendukung lainnya untuk memaksimalkan hasil.
Budiono menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi tersebut.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat melintasi wilayah rawan banjir, terutama pada malam hari ketika jarak pandang terbatas dan arus sungai sulit diperkirakan.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya saat musim hujan melanda.
Editor: Mualim






Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.