SEMARANG | Kabarjateng.id – Mahasiswa Program Studi Informasi dan Humas, Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (UNDIP), sukses menyelenggarakan Eco-Craft Workshop: Kerajinan Kreatif dari Limbah Kertas bekerja sama dengan Craftonesia Semarang.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus mengembangkan kreativitas mahasiswa melalui pemanfaatan limbah kertas menjadi produk yang bernilai guna dan bernilai ekonomi.
Workshop yang diikuti mahasiswa dari berbagai program studi ini menghadirkan Craftonesia sebagai mitra sekaligus narasumber.
Peserta memperoleh pemahaman mengenai konsep zero waste, prinsip Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, Rot (5R), serta potensi limbah kertas untuk diolah menjadi produk kreatif yang memiliki nilai estetika dan ekonomi.
Owner Craftonesia, Pily, mengapresiasi inisiatif mahasiswa UNDIP dalam mengangkat isu lingkungan melalui kegiatan yang edukatif dan aplikatif.
“Sejak awal, Craftonesia berkomitmen untuk menjadi pelopor upcycling limbah kertas sekaligus memberdayakan masyarakat melalui kerajinan kreatif. Kami berharap kolaborasi dengan mahasiswa UNDIP ini dapat menginspirasi generasi muda untuk melihat limbah bukan sebagai sampah, melainkan sebagai peluang untuk berkarya, berwirausaha, dan berkontribusi dalam menjaga lingkungan,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).
Setelah sesi materi, peserta mengikuti praktik pembuatan gantungan kunci berbentuk daun dari koran bekas yang dipandu langsung oleh tim Craftonesia.
Melalui kegiatan ini, peserta belajar mengolah limbah kertas menjadi produk kreatif sekaligus memahami pentingnya penerapan gaya hidup ramah lingkungan.
Melalui Eco-Craft Workshop, mahasiswa UNDIP berharap dapat mendorong generasi muda untuk lebih aktif berpartisipasi dalam upaya pelestarian lingkungan melalui kegiatan kreatif berbasis daur ulang.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan UMKM lokal mampu menghadirkan program yang edukatif, inovatif, dan berdampak positif bagi masyarakat serta lingkungan.






