Menu

Mode Gelap
 

Kabar Semarang · 7 Nov 2025 17:55 WIB

DPRD Kota Semarang Bahas Payung Hukum untuk Pendidikan Nonformal dan Inklusif Difabel


					DPRD Kota Semarang Bahas Payung Hukum untuk Pendidikan Nonformal dan Inklusif Difabel Perbesar

SEMARANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang tengah merumuskan rancangan peraturan daerah (Raperda) yang akan menjadi dasar hukum bagi penyelenggaraan pendidikan nonformal di wilayahnya.

Regulasi ini tidak hanya mengatur lembaga pendidikan yang sudah mapan, tetapi juga menyentuh ruang belajar inovatif dan inklusif bagi penyandang disabilitas.

Rapat pembahasan Raperda tersebut dipimpin oleh Ketua Panitia Khusus (Pansus) Penyelenggaraan Pendidikan Kota Semarang, Siti Roika, di Gedung DPRD Kota Semarang pada Jumat (7/11/2025).

Dalam rapat itu, Siti Roika mengungkapkan bahwa selama ini bantuan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang umumnya diberikan kepada lembaga pendidikan nonformal yang sudah lama terdaftar, seperti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Bentuk dukungan yang diberikan meliputi peningkatan sarana prasarana dan kesejahteraan tenaga pendidik.

Namun, banyak lembaga pendidikan alternatif seperti taman baca masyarakat, pojok baca, taman pintar, hingga pusat belajar bagi difabel yang belum tersentuh bantuan karena belum memiliki payung hukum yang jelas.

Melalui Raperda baru ini, DPRD berupaya agar lembaga-lembaga tersebut juga mendapat perhatian dan dukungan yang sama dari pemerintah daerah.

“Kami ingin memperluas penerima manfaat agar semua bentuk pendidikan nonformal yang berperan aktif dalam mencerdaskan masyarakat juga diakui. Raperda ini akan menjadi pintu bagi mereka untuk memperoleh dukungan dari Pemkot,” jelas Siti Roika, yang juga menjabat sebagai anggota Komisi D DPRD Kota Semarang.

Ia menambahkan, setelah Raperda ini disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda), lembaga pendidikan nonformal inovatif dan pusat belajar bagi difabel akan mendapatkan status legalitas yang memungkinkan mereka menerima bantuan seperti halnya PAUD.

“Tujuan akhirnya adalah memastikan setiap anak dan warga Semarang memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan, tanpa terkecuali,” tegasnya.

Saat ini, pembahasan Raperda masih berlanjut untuk penyempurnaan substansi aturan. DPRD menargetkan regulasi ini dapat segera disahkan agar manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat, terutama mereka yang selama ini belum tersentuh program pendidikan dari pemerintah. (day)

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Tawuran Perang Sarung di Mranggen Berujung Pembacokan, Tiga Remaja Diamankan Polisi

15 Maret 2026 - 20:19 WIB

Korsleting Sepeda Motor Picu Kebakaran, Rumah Triningsih dan Dua Motor Hangus

15 Maret 2026 - 19:36 WIB

325 Bus Siap Angkut 16 Ribu Pemudik, Armada Mudik Gratis Jateng Mulai Berdatangan di TMII

15 Maret 2026 - 18:00 WIB

Dua Kendaraan Pemudik Terlibat Kecelakaan di Tol Semarang–Solo, Dua Penumpang Luka

15 Maret 2026 - 17:43 WIB

Tawuran di Jalan Raya Tuntang, Polisi Amankan Sejumlah Remaja

15 Maret 2026 - 17:26 WIB

Hari ke-2 Operasi Ketupat Candi 2026, 31.703 Kendaraan Masuk Jateng Lewat GT Kalikangkung

15 Maret 2026 - 17:02 WIB

Trending di KABAR JATENG