SEMARANG | kabarjateng.id – Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Dini Inayati, mendorong reformasi pembangunan berbasis infrastruktur hijau dan tata kelola sampah berkelanjutan menyusul konsolidasi nasional Kaukus Parlemen Hijau Daerah (KPHD) di Jakarta pada 3–4 Juni 2026.
Momentum tersebut bertepatan dengan refleksi Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni. Forum KPHD mempertemukan anggota legislatif dan organisasi masyarakat sipil untuk memperkuat agenda pembangunan berkelanjutan di daerah.
Salah satu hasil utama forum ialah penggagasan Akademi Parlemen Hijau Daerah sebagai wadah peningkatan kapasitas anggota DPRD dalam isu lingkungan, perubahan iklim, tata ruang, hingga pembiayaan hijau.
Dini Inayati menilai keberadaan akademi tersebut penting bagi daerah, khususnya Kota Semarang, agar fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan berjalan lebih berpihak pada kelestarian lingkungan.
“Kami siap mengimplementasikan gagasan Akademi Parlemen Hijau Daerah di tingkat lokal agar pengawasan pembangunan dan tata ruang benar-benar menghasilkan kebijakan yang menjaga ekologi,” ujarnya, Minggu (7/6/2026).
Politikus PKS tersebut, juga menyoroti pentingnya penerapan instrumen ekonomi hijau seperti eco tax dan ekonomi karbon dalam pembangunan kota. Menurutnya, pendekatan tersebut dapat menjadi insentif bagi industri yang patuh terhadap aturan lingkungan sekaligus menekan pembangunan yang mengabaikan daya dukung alam.
Selain itu, Dini menekankan perlunya reformasi tata kelola sampah berbasis ekonomi sirkular. Ia menilai pola pengelolaan sampah konvensional tidak lagi efektif untuk kota besar seperti Semarang.
“Pengelolaan sampah harus diarahkan menjadi peluang ekonomi baru yang dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat,” tegasnya.
Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Dini menegaskan komitmennya bersama KPHD untuk terus mengawal transformasi pembangunan hijau di Kota Semarang.(day)






