SEMARANG | Kabarjateng.id – Pengurus Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Tengah resmi membentuk Lembaga Kesehatan Ansor (LKA) sebagai wadah pengabdian bagi tenaga kesehatan, khususnya dokter muda.
Lembaga ini diklaim menjadi yang pertama didirikan oleh GP Ansor di Indonesia.
Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, M Shidqon Prabowo atau Gus Shidqon, mengatakan pembentukan LKA berangkat dari keinginannya memberikan ruang bagi para dokter muda untuk berkontribusi melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan.
“Saya melihat banyak dokter muda yang membutuhkan wadah untuk mengabdi kepada masyarakat. Karena itu kami berinisiatif mendirikan Lembaga Kesehatan Ansor yang fokus pada pelayanan kesehatan dan pengabdian sosial,” ujar Gus Shidqon di sela kegiatan Khitan Ceria Ansor 2026 di RSI Sultan Agung Semarang, Sabtu (27/6/2026).
Menurutnya, LKA mulai dibentuk sejak kepengurusan PW GP Ansor Jawa Tengah dilantik sekitar satu setengah tahun lalu.
Lembaga tersebut menjadi salah satu badan semi otonom yang dibentuk bersama sejumlah perangkat organisasi lainnya.
Sejak berdiri, LKA telah aktif terlibat dalam berbagai aksi kemanusiaan, mulai dari membantu korban banjir, tanah longsor, hingga gempa bumi di berbagai daerah di Jawa Tengah.
Selain penanganan bencana, LKA juga menginisiasi program Khitan Ceria 2026 yang menjadi kegiatan perdana berskala besar.
Awalnya, panitia menargetkan lebih dari 3.000 peserta. Namun dalam waktu pendaftaran sekitar dua pekan, program itu berhasil menarik 770 anak untuk mengikuti khitan massal gratis.
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Dengan waktu pendaftaran yang hanya dua minggu saja sudah ada 770 peserta. Kalau dibuka satu hingga dua bulan, kami optimistis target awal bisa tercapai,” katanya.
Ke depan, PW GP Ansor Jawa Tengah menargetkan pembentukan LKA di seluruh pengurus cabang (PC) kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Saat ini, kata Gus Shidqon, baru satu hingga dua daerah yang telah mulai membentuk kepengurusan LKA.
Tak hanya itu, Ansor juga memiliki cita-cita menghadirkan klinik kesehatan di setiap kabupaten dan kota sebagai bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat.
“Kami ingin setiap PC memiliki LKA dan ke depan berkembang menjadi klinik kesehatan. Untuk pembentukan LKA bisa dilakukan secepatnya, sedangkan pembangunan klinik membutuhkan proses yang lebih panjang, sekitar satu hingga dua tahun,” jelas Gus Shidqon.
Melalui penguatan Lembaga Kesehatan Ansor, organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama tersebut berharap dapat memperluas layanan kesehatan sekaligus meningkatkan peran kader Ansor dalam aksi sosial dan kemanusiaan di Jawa Tengah.
Editor: Mualim






