SEMARANG | Kabarjateng.id – Jawa Tengah mendapat kesempatan kembali menjadi tuan rumah MTQ Nasional setelah 47 tahun.
Sekda Jateng Sumarno meminta masyarakat ikut menyukseskan gelaran tersebut dengan memberikan sambutan terbaik kepada para kafilah.
Pembukaan MTQ Nasional XXXI dijadwalkan berlangsung di Lapangan Simpang Lima Semarang, Sabtu (12/9/2026).
Sebanyak 17 gubernur dari berbagai provinsi di Indonesia direncanakan hadir dalam acara tersebut.
Sumarno menyampaikan pesan itu saat menghadiri Malam Taaruf MTQ Nasional XXXI di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat (11/9/2026) malam.
Menurutnya, keberhasilan Jawa Tengah sebagai tuan rumah tidak hanya ditentukan oleh kelancaran rangkaian perlombaan.
Keramahan masyarakat dan kualitas pelayanan kepada tamu juga menjadi bagian penting dari kesuksesan penyelenggaraan.
“Harapannya tentu saja penyelenggaraan ini sukses dan kegiatan ini dirasakan oleh seluruh masyarakat Jawa Tengah,” kata Sumarno.
Ia menyebut hampir 7.000 orang telah terlibat dalam pelaksanaan MTQ Nasional XXXI.
Mereka terdiri dari para kafilah dan berbagai pihak yang mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Rangkaian MTQ Nasional berlangsung pada 11-20 September 2026. Kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah dinilai menjadi peluang bagi Jawa Tengah untuk menunjukkan karakter masyarakatnya yang ramah dan terbuka.
Sumarno juga meminta panitia serta organisasi perangkat daerah (OPD), khususnya petugas liaison officer (LO), memberikan pendampingan secara maksimal kepada para kafilah.
“Kita menjadi tuan rumah, tentu saja menjadi tuan rumah yang baik. Bagaimana kita memuliakan tamu,” ujarnya.
Ia berharap pelayanan yang diberikan secara tulus mampu meninggalkan pengalaman positif bagi para peserta.
Kesan tersebut diharapkan tidak berhenti selama mereka berada di Jawa Tengah, tetapi juga mendorong mereka kembali berkunjung bersama keluarga maupun kerabat.
Menurut Sumarno, dampak positif itu berpotensi ikut menggerakkan sektor pariwisata Jawa Tengah.
Para tamu yang mendapatkan pengalaman baik diharapkan turut mengenalkan berbagai destinasi di provinsi ini kepada orang lain.
MTQ Nasional XXXI juga diproyeksikan memberikan efek ekonomi cukup besar.
Berdasarkan koordinasi Pemprov Jateng dengan Badan Pusat Statistik (BPS), perputaran ekonomi selama kegiatan diperkirakan mencapai sekitar Rp1,2 triliun.
Potensi tersebut diminta tidak dilewatkan pelaku UMKM.
Sumarno mendorong pelaku usaha lokal menjaga kualitas sekaligus memanfaatkan kedatangan ribuan tamu untuk memperkenalkan produk unggulan Jawa Tengah.
“Momentum ini tolong benar-benar ditangkap teman-teman UMKM. Jaga kualitas produk, karena ini juga bagian kita untuk mengenalkan produk-produk UMKM,” katanya.
Pemprov Jateng menyiapkan bazar UMKM di Plaza Simpang Lima Semarang.
Namun, peluang ekonomi tidak hanya tersedia bagi pelaku usaha yang mengikuti bazar.
Sejumlah lokasi pertandingan dan venue MTQ diperkirakan menjadi pusat aktivitas masyarakat serta kafilah.
Kondisi tersebut dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk menawarkan produk kepada pengunjung.
Di tengah persiapan sebagai tuan rumah, Sumarno juga berharap kafilah Jawa Tengah mampu memberikan prestasi maksimal dalam MTQ Nasional XXXI.
“Kalau target tetap ada. Kita penginnya tentu saja juara umum,” ujarnya. (dkp)






