Menu

Mode Gelap
 

Kabar Salatiga

Percakapan tentang Hidup Menghangat di Orlen Heritage

badge-check


					Percakapan tentang Hidup Menghangat di Orlen Heritage Perbesar

SALATIGA, Kabarjateng.id — Sore itu, halaman belakang Orlen Heritage terasa hangat dan hidup. Puluhan orang memenuhi bangku-bangku kayu yang mereka tata rapi di depan panggung kecil.

Mereka datang untuk mendengarkan, cerita, dan membahas satu pertanyaan sederhana: bagaimana manusia memaknai hidup yang mereka jalani.

Ruang percakapan itu mereka namakan All You Can Talk, inisiatif Owahism Project yang kolaborasi dengan Orlen Heritage.

Tema sore itu, “Enjoy Life to the Fullest,” terasa dekat dengan kehidupan banyak orang yang hadir.

Ruang Percakapan Tentang Makna Hidup

Pemutaran video pendek mengawali acara.

Beberapa orang dari latar belakang menyampaikan pandangan mereka tentang menikmati hidup.

Sebagian orang memaknainya sebagai kemampuan mensyukuri hal kecil dalam kehidupan.

Yang lain memaknainya sebagai kesempatan kumpul sama keluarga dan sahabat, serta menghadapi persoalan hidup dengan senyum bahkan tawa.

Host acara, Indra Soekma, kemudian membuka percakapan dengan refleksi tentang tempat acara.

Ia menyebut Orlen Heritage sebagai ruang yang selama ini merawat sejarah melalui koleksi mini museumnya.

“Di tempat ini biasanya kita melihat masa lalu,” katanya.

“Tapi sore ini kita tidak membicarakan sejarah. Kita sedang menciptakan sejarah kita sendiri.”

Indra juga menyinggung bagaimana banyak gagasan besar dalam sejarah lahir dari percakapan sederhana.

Pada abad ke-18, misalnya, macam-macam ide tentang kebebasan dan perubahan sosial mengembang melalui diskusi santai di kafe-kafe Paris.

“Sering kali perubahan besar mulai dari percakapan kecil,” ujarnya.

Pesan Kehidupan dari Perjalanan Dua Sahabat Prancis

Panitia awalnya merencanakan kehadiran dua tamu dari Prancis, Jean dan Marion.

Keduanya tengah melakukan perjalanan lintas negara untuk mencari makna hidup, ketemu orang baru, mempelajari budaya baru, serta melihat dunia secara langsung.

Namun sehari sebelum acara, Marion menerima kabar duka karena pamannya meninggal dunia.

Mereka memutuskan kembali ke negaranya.

Meski tidak hadir langsung, keduanya tetap mengirimkan video pesan untuk peserta yang hadir.

Dalam video tersebut, Jean—lulusan arsitektur—mengatakan bahwa menikmati hidup berarti berani keluar dari rutinitas, membuka diri terhadap pengalaman baru, serta membagikan momen indah dengan keluarga, sahabat, dan orang-orang yang mereka temui dalam perjalanan.

Marion menambahkan bahwa menikmati hidup tidak selalu berarti berada dalam situasi menyenangkan.

“Bahkan dalam keadaan paling sulit, kita masih bisa menemukan cara untuk merasakan hidup,” katanya.

Di akhir video, Marion menyampaikan permintaan maaf karena tidak bisa hadir dan berharap suatu hari dapat kembali bertemu dengan peserta yang hadir di Orlen Heritage.

Perjalanan Hidup Ony Memilih Musik

Setelah video selesai, Indra mengarahkan diskusi dengan sebuah pertanyaan sederhana.

Apakah hidup memang perlu dinikmati sepenuhnya?

Atau cukup dinikmati sebagaimana adanya?

Pertanyaan itu membuka percakapan bersama Ony, produser musik sekaligus vokalis Oniblu.

Ony menceritakan perjalanan hidupnya.

Ia pernah bekerja di sebuah bank swasta dan dalam beberapa tahun berhasil mencapai posisi tinggi.

Kariernya berkembang pesat.

Namun di tengah pencapaian itu, ia merasa ada sesuatu yang hilang.

Akhirnya ia memilih keluar dari pekerjaannya dan kembali menekuni musik.

Ia mulai menulis lagu, memproduksi album, hingga melakukan tur bersama trio band yang ia bentuk.

“Menikmati hidup bagi saya sekarang sederhana,” kata Ony.

“Anak dan istri bahagia.”

Ia juga menyebut doa yang sering ia panjatkan.

“Ya Tuhan, tutuplah mata dan telingaku dari nikmat orang lain.”

Menurut Ony, doa itu membantu dirinya tetap fokus pada kehidupan sendiri dan tidak terjebak membandingkan hidup dengan orang lain.

“Kalau terlalu sering melihat nikmat orang lain, kita bisa lupa mensyukuri nikmat kita sendiri,” ujarnya.

Musik, Tawa, dan Refleksi Penutup
Menjelang magrib, percakapan semakin interaktif. Beberapa peserta ikut berbagi pengalaman dan pandangan mereka tentang hidup.

Acara kemudian berlanjut dengan penampilan Oniblu.

Trio asal Salatiga itu memainkan lagu-lagu dari album perdana mereka.

Alunan blues yang kuat membungkus lirik-lirik tentang cinta dan kehidupan.

Bagi sebagian peserta, penampilan itu terasa seperti reuni kecil.

Ony kembali bermain bersama Joejoe dan Rony, formasi awal ketika band tersebut terbentuk. Tepuk tangan dan tawa beberapa kali pecah di sela-sela lagu.

Di penghujung acara, Indra menutup percakapan dengan refleksi singkat.

Ia kembali pada pertanyaan yang ia ajukan sejak awal.

Menurutnya, hidup mungkin tidak selalu perlu dinikmati sepenuhnya.

“Barangkali yang lebih bijak adalah menikmati hidup sebagaimana adanya,” katanya.

Ia lalu mengibaratkan hidup seperti meja prasmanan.

“Tidak semua hidangan harus kita ambil dan kita makan. Tidak semua rasa perlu kita cicipi. Cukup memilih yang perlu, menikmati yang tersedia, dan menerima bahwa setiap orang memiliki selera serta porsinya masing-masing dalam menikmati hidup.”

Orlen Heritage Ingin Jadi Ruang Bertemu dan Berbagi

All You Can Talk menjadi bagian dari inisiatif Owahism Project yang berkolaborasi dengan Orlen Heritage, ruang kreatif yang juga menyimpan mini museum tentang sejarah Salatiga.

Pemilik Orlen Heritage, yang akrab disapa Koh Wi, mengatakan ia ingin tempat itu menjadi ruang yang bermanfaat bagi banyak orang.

“Hidup itu sangat singkat,” ujarnya.

“Di sisa usia kita, kita perlu melakukan sesuatu yang berguna.”

Ia berharap Orlen Heritage terus menjadi tempat orang bertemu, bertukar gagasan, dan tumbuh bersama.

Sore itu, percakapan tentang hidup berakhir dengan musik, tawa, dan sejumlah pertanyaan yang masih dibawa pulang oleh para peserta.

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Terjang Genangan Rob, Kapolres Kendal Salurkan Bantuan untuk Warga yang Bertahan di Tengah Banjir

16 Juni 2026 - 09:24 WIB

Dampak Tambang Galian C di Desa Delik Tuai Keluhan, DPRD Kabupaten Semarang Turun Tangan

16 Juni 2026 - 08:02 WIB

30 Personel Polres Boyolali Diterjunkan ke Semarang untuk Pengamanan Aksi GERAM JATENG

16 Juni 2026 - 07:19 WIB

Donor Darah Warnai Peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Demak Kumpulkan 40 Kantong Darah

15 Juni 2026 - 21:51 WIB

Ahmad Luthfi Kawal Investasi EV Rp15 Triliun, Kendal Bersiap Jadi Pusat Industri Masa Depan

15 Juni 2026 - 21:42 WIB

Pangdam IV/Diponegoro Pimpin Pergantian Komandan Yonif 400/Banteng Raiders

15 Juni 2026 - 17:04 WIB

Trending di Berita TNI