SALATIGA | Kabarjateng.id – Dalam rangka menyambut peringatan Hari Koperasi (Harkop), Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Salatiga menggelar Pendidikan Perkoperasian Dasar (PPD) I yang dipadukan dengan Workshop Perkoperasian.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia koperasi agar semakin profesional, adaptif, dan mampu bersaing di tengah perkembangan ekonomi.
Ketua Dekopinda Kota Salatiga, Supardi, SE., MM., menjelaskan bahwa pelaksanaan PPD I berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu hingga Minggu, dengan rangkaian materi yang diberikan sejak pagi sampai malam.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Salatiga, Dr. Bayu Joko Mulyono, serta dihadiri Direktur Lapenkop Dekopinwil Jawa Tengah, Dra. Laili Hidayah Dwi Rini.
Menurut Supardi, penyelenggaraan PPD I tahun ini memiliki keistimewaan karena seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan secara gratis.
Padahal, pada umumnya program serupa dikenakan biaya sekitar Rp750 ribu hingga Rp800 ribu untuk setiap peserta.
Ia menjelaskan, fasilitas pelatihan tanpa biaya tersebut dapat terlaksana berkat kerja sama antara Dekopinda Kota Salatiga dan Dekopin Pusat melalui program Serap Aspirasi yang difasilitasi Anggota DPR RI, Muhammad Haris, yang juga menjabat sebagai pengurus Dekopin Pusat Bidang Koperasi Syariah.
“Kolaborasi ini kami hadirkan agar pelaku koperasi memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kemampuan tanpa terbebani biaya. Penguatan SDM menjadi modal utama dalam membangun koperasi yang sehat dan profesional,” ujar Supardi, Minggu (28/6).
Selain pendidikan dasar, Dekopinda Salatiga juga menyelenggarakan Workshop Perkoperasian bertema “Penguatan Perkoperasian” yang diikuti sekitar 100 peserta.
Mereka berasal dari berbagai jenis koperasi, mulai koperasi umum, Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI), hingga Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Dalam workshop tersebut, Muhammad Haris memberikan arahan sekaligus menyerap berbagai aspirasi dari para pelaku koperasi sebagai bahan masukan dalam penyusunan kebijakan koperasi di tingkat nasional.
Sementara itu, Supardi turut menjadi narasumber dengan memaparkan materi mengenai penguatan gerakan koperasi.
Sebanyak 30 peserta mengikuti PPD I yang terdiri dari pengurus Dekopinda, pengurus koperasi, pengawas, serta para pengelola koperasi di Kota Salatiga.
Diharapkan, para lulusan pelatihan ini nantinya mampu menjadi motor penggerak sekaligus fasilitator pendidikan perkoperasian di lingkungan masing-masing.
Saat ini terdapat sekitar 140 koperasi yang aktif di Kota Salatiga dan memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.
Oleh karena itu, peningkatan kompetensi pengurus dan pengelola dinilai menjadi kebutuhan yang sangat penting agar koperasi mampu menjawab tantangan ekonomi yang terus berkembang.
Melalui kegiatan ini, Dekopinda juga menegaskan bahwa koperasi bukan sekadar lembaga usaha, melainkan sarana pemberdayaan masyarakat yang berlandaskan semangat gotong royong, demokrasi ekonomi, serta kemandirian.
Supardi berharap pendidikan perkoperasian yang dilakukan secara berkelanjutan mampu meningkatkan tata kelola, akuntabilitas, dan inovasi koperasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh anggota maupun masyarakat.
“Dengan pendidikan dan penguatan kapasitas yang terus dilakukan, kami optimistis koperasi akan semakin modern, profesional, dan menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di Kota Salatiga,” pungkasnya. (liem)






