Menu

Mode Gelap
 

Kabar Demak

Lomba Video AI Polres Demak Dorong Pelajar Jadi Agen Pencegahan Kriminalitas

badge-check


					Lomba Video AI Polres Demak Dorong Pelajar Jadi Agen Pencegahan Kriminalitas Perbesar

DEMAK | Kabarjateng.id – Polres Demak mendorong pelajar untuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sebagai sarana berkarya sekaligus menyebarkan pesan positif kepada masyarakat.

Dorongan tersebut diwujudkan melalui Lomba Konten Kreator Video AI Pelajar Demak bertajuk “Pelajar Demak Anti Kriminalitas” yang berlangsung di Aula Wicaksana Laghawa Polres Demak, Jumat (14/8/2026).

Kompetisi tersebut mendapat antusiasme tinggi. Sebanyak 97 tim yang terdiri dari 291 pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Demak ambil bagian.

Peserta diminta menghasilkan video berbasis AI yang mengangkat pesan pencegahan berbagai bentuk kriminalitas.

Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra mengatakan, pesatnya perkembangan AI telah membuka banyak peluang bagi generasi muda untuk belajar dan menghasilkan karya.

Namun, menurutnya, kemajuan teknologi harus dibarengi kemampuan memahami etika serta tanggung jawab dalam menggunakan ruang digital.

“AI tidak cukup dipandang hanya sebagai kemajuan teknologi, tetapi perlu diarahkan menjadi instrumen strategis untuk memperkuat pendidikan, literasi digital, pencegahan kriminalitas, serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Samel.

Ia menjelaskan, Polres Demak telah memiliki sejumlah personel yang kompeten dan tersertifikasi sebagai trainer AI.

Mereka juga telah memberikan edukasi mengenai penggunaan teknologi tersebut di sejumlah sekolah.

Menurut Samel, pendekatan melalui teknologi menjadi salah satu cara kepolisian membangun komunikasi yang lebih dekat dengan generasi muda.

“Upaya menjaga Kamtibmas juga harus terus berkembang dengan pola komunikasi yang inovatif, edukatif, dan relevan dengan karakter generasi muda,” ujarnya.

Melalui lomba tersebut, para peserta diarahkan membuat konten yang mengajak remaja menjauhi perilaku berisiko, seperti tawuran, perundungan, narkoba, judi online, kekerasan, balap liar hingga penyebaran berita bohong.

Samel menilai konten digital memiliki kekuatan besar dalam membentuk cara pandang dan perilaku masyarakat.

Karena itu, kreativitas di dunia maya harus disertai tanggung jawab terhadap pesan yang disampaikan.

Sementara itu, narasumber sekaligus juri dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), Fiskal Purbawan, memberikan pemahaman kepada peserta mengenai penggunaan AI secara aman dan kreatif.

Ia menjelaskan, AI dapat membantu pelajar dalam berbagai tahapan produksi konten, mulai dari mencari gagasan, mengembangkan naskah, membuat visual dan animasi, menghasilkan suara hingga proses editing.

Meski demikian, Fiskal menekankan bahwa teknologi seharusnya menjadi alat bantu, bukan menggantikan kreativitas dan karakter pembuat karya.

Penilaian lomba meliputi ide, kreativitas, orisinalitas, kesesuaian tema, kualitas audio-visual, alur cerita, kekuatan pesan, penggunaan AI dan manfaat edukatif bagi masyarakat.

Fiskal juga mengingatkan peserta mengenai potensi penyalahgunaan AI.

Teknologi tersebut dapat digunakan untuk membuat deepfake, memanipulasi foto maupun video, menyebarkan hoaks, melakukan penipuan digital hingga memalsukan identitas.

Karena itu, pelajar diminta lebih kritis ketika menerima maupun membagikan konten digital.

“Saring sebelum sharing. Pastikan konten benar, bermanfaat, tidak melanggar aturan, serta tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.

Dalam kompetisi tersebut, tim CONTINUE#404 dari SMA Negeri 1 Demak keluar sebagai juara pertama melalui karya bertema “Anti Balap Liar”.

Tim ini beranggotakan Rajwa Rafie Naufalandri, Azka Aulia F, dan Hayyik Nur Fitra.

Posisi juara kedua ditempati tim KICAU SMANDA dari SMA Negeri 2 Demak dengan tema “Anti Tawuran”.

Anggotanya yakni Farchan Tata Buwana, M. Habiburrahman Abrisam Afham, dan Lutfi Aditya Putra.

Sementara tim SUDIRA dari SMAN 1 Dempet meraih juara ketiga lewat tema “Anti Pergaulan Bebas”.

Tim tersebut diperkuat Muhammad Nurseto Sugiharto, Karina Kartikasari, dan Tya Ristyana.

Untuk kategori juara harapan, posisi pertama diraih tim KRIUKK dari SMK Garuda Nusantara Karangawen Demak dengan tema “Anti Tawuran”.

Juara harapan kedua diraih tim TRIEL dari SMK NU Raudlatul Ulum melalui tema “Anti Judi”.

Sedangkan juara harapan ketiga diraih tim MANU DEMAK IDOLAKU #1 dari MA NU Demak yang mengangkat tema “Anti Hoaks”.

Polres Demak kemudian menyerahkan penghargaan kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas pelajar dalam menggunakan teknologi AI untuk menyampaikan edukasi.

Samel berharap pengalaman dari kompetisi tersebut dapat terus dikembangkan para peserta, bukan hanya untuk menghasilkan konten, tetapi juga mendukung kegiatan pendidikan, kewirausahaan dan aktivitas sosial.

“Saya ingin pelajar Demak tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu tampil sebagai generasi yang memahami teknologi, menguasai ruang digital, sekaligus memiliki keberanian untuk mengarahkannya kepada hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (lim)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Semarak HUT ke-81 RI, Pemdes Jatisawit Gelar Turnamen Sepak Bola U-40 Antar RW

14 Agustus 2026 - 19:25 WIB

Aksi Rappelling Personel SAR Semarang Bentangkan Merah Putih Raksasa di Tebing Djaro

14 Agustus 2026 - 19:15 WIB

Rayakan Kemerdekaan RI, Maxim Siapkan 81 Mobil Berhias Nusantara dan Promo Gratis

14 Agustus 2026 - 16:03 WIB

Tak Perlu Calo, Begini Alur dan Biaya Resmi Pembuatan SIM di Salatiga

14 Agustus 2026 - 15:51 WIB

Polres Demak Meriahkan HUT Ke-81 RI dengan Lomba Kekompakan Personel

14 Agustus 2026 - 10:52 WIB

Jalan Beton TMMD Sengkuyung III Boyolali Resmi Dibuka, Warga Bercak Kini Lebih Mudah Beraktivitas

14 Agustus 2026 - 08:33 WIB

Trending di Daerah