MAGELANG, Kabarjateng.id – Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi milik Polresta Magelang di Kecamatan Pakis terus menunjukkan perkembangan pesat.
Hingga pertengahan Maret 2026, tim pelaksana telah menyelesaikan sekitar 65 persen pekerjaan jembatan yang menghubungkan Desa Jambewangi dengan Desa Gondangsari.
Proyek ini menjadi bagian dari program pemerintah pusat untuk meningkatkan aksesibilitas wilayah desa, khususnya guna mendorong aktivitas ekonomi serta pendidikan masyarakat.
Peran Polri Dorong Kesejahteraan Warga
Kapolresta Magelang, Kombes Pol Herbin Sianipar, menegaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut menjadi wujud nyata peran Polri dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.
Ia menyebut pemerintah memberikan perhatian khusus pada proyek ini untuk memperlancar akses di wilayah pedesaan.
“Jembatan ini kami hadirkan untuk mempermudah mobilitas warga, terutama dalam menunjang kegiatan ekonomi dan akses pendidikan.
Kami terus memastikan pengerjaan berjalan lancar dengan mengedepankan aspek keselamatan,” ujarnya.
Sinergi dengan Berbagai Pihak
Panitia melaksanakan peletakan batu pertama di Dusun Bujet, Desa Jambewangi, dengan menghadirkan berbagai unsur terkait, mulai dari jajaran Polresta Magelang, Dinas PUPR Kabupaten Magelang, Forkopimcam Pakis, hingga pihak pelaksana proyek dari PT Gisara Tantra Berkarya.
Herbin juga menyampaikan apresiasi kepada pihak swasta yang ikut mendukung pembangunan tersebut.
Menurutnya, sinergi antara kepolisian dan sektor swasta menjadi faktor penting dalam percepatan pembangunan infrastruktur di daerah.
Monitoring Ketat Pastikan Tepat Target
Kabag Log Polresta Magelang sekaligus Plt Wakapolresta, Kompol Eko Mardiyanto, menjelaskan bahwa pihaknya rutin memantau progres pembangunan agar pekerjaan tetap sesuai rencana.
“Pada hari ke-27 pelaksanaan, progres mencapai 51,72 persen. Saat ini progres terus meningkat hingga sekitar 65 persen di pertengahan Maret,” jelasnya.
Ia menambahkan, tim telah menyelesaikan sejumlah pekerjaan utama, seperti pembangunan pondasi atau abutment di kedua sisi jembatan, konstruksi sayap jembatan (wing wall), serta pengecoran kepala abutment.
Saat ini, tim mengerjakan urug tanah (backfill) dan pembentukan plat jembatan.
Dukung Mobilitas dan Pendidikan Masyarakat
Jembatan ini memiliki panjang 6,7 meter, lebar 5 meter, dan tinggi 4 meter dengan kapasitas maksimal 8 MST.
Kehadirannya akan membantu warga mengatasi kendala akses, terutama bagi pelajar yang selama ini menempuh jalur terbatas.
Dengan progres yang terus meningkat, Polresta Magelang optimistis proyek ini selesai tepat waktu dan segera dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Target kami, akhir April 2026 jembatan sudah bisa digunakan,” pungkasnya. (Candra)






Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.