JEPARA, Kabarjateng.id – Kepolisian Resor (Polres) Jepara, Polda Jawa Tengah, menunjukkan kepedulian nyata terhadap warga terdampak bencana longsor dan banjir dengan mengerahkan personel Polisi Wanita (Polwan) untuk membantu operasional dapur umum di sejumlah wilayah terdampak.
Polwan diterjunkan ke lokasi bencana di antaranya Desa Tempur, Kecamatan Keling, Desa Sumberejo, Kecamatan Donorojo, serta beberapa titik lain yang terdampak cuaca ekstrem.
Kehadiran mereka difokuskan pada pelayanan kemanusiaan, khususnya membantu penyediaan konsumsi bagi para pengungsi.
Dapur umum tersebut didirikan untuk memastikan kebutuhan makanan siap santap bagi warga terdampak bencana dapat terpenuhi secara rutin.
Para Polwan terlibat langsung mulai dari proses memasak hingga pendistribusian makanan kepada masyarakat yang mengungsi di posko-posko pengungsian.
Selain dukungan dapur umum, Polres Jepara juga menurunkan Pleton Siaga Bhayangkara Pasukan Siaga Bencana.
Personel ini bertugas melakukan evakuasi warga, pengamanan wilayah terdampak, serta membantu penanganan darurat pasca bencana.
Kapolres Jepara AKBP Erick Budi Santoso melalui Kasi Humas AKP Dwi Prayitna menjelaskan bahwa dalam penanganan bencana alam, Polres Jepara mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki.
Langkah tersebut dilakukan agar penanganan tidak hanya terfokus pada evakuasi, tetapi juga pemenuhan kebutuhan dasar warga.
“Kami memastikan seluruh kebutuhan penunjang masyarakat terdampak bisa terpenuhi. Oleh karena itu, kami melibatkan Polwan untuk membantu di dapur umum dan posko pengungsian,” ujar AKP Dwi, Minggu (11/1/2026).
Menurutnya, keterlibatan Polwan di lapangan merupakan bagian dari upaya Polri untuk memberikan pelayanan yang humanis dan responsif di tengah situasi darurat.
Kehadiran aparat kepolisian diharapkan dapat memberikan rasa aman dan meningkatkan semangat warga yang terdampak bencana.
Ia juga menegaskan bahwa peran Polri dalam situasi bencana tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kami hadir untuk memastikan warga merasa terlindungi dan dapat kembali menjalani aktivitas secara normal setelah kondisi membaik,” tambahnya.
Sementara itu, akibat terputusnya akses menuju Desa Tempur karena longsor, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara mendirikan dapur umum dan posko terpadu di Desa Damarwulan.
Posko tersebut berfungsi sebagai pusat logistik, distribusi makanan, serta kendali respons darurat bagi dua wilayah terdampak sekaligus.
Dari posko terpadu itu, sedikitnya 100 paket makanan siap santap didistribusikan setiap waktu makan untuk masing-masing desa, yakni Desa Tempur dan Desa Sumberejo.
Selain itu, satu unit truk tangki air juga disiagakan di Desa Sumberejo untuk membantu pembersihan lumpur sisa banjir. (ks)






Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.