JEPARA, Kabarjateng.id – Bupati Jepara H. Witiarso Utomo bersama Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menghadiri halalbihalal yang PD Muhammadiyah dan PC Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jepara gelar di Gedung Wanita Jepara, Selasa (7/4/2026).
Pererat Silaturahmi Lintas Elemen
Panitia menggelar kegiatan ini sebagai momentum memperkuat silaturahmi usai Idulfitri 1447 Hijriah. Tokoh agama, pengurus Muhammadiyah dan NU, serta perwakilan lintas agama di Jepara hadir dalam acara tersebut.
Rangkaian kegiatan halalbihalal di Jepara meliputi pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tahlil dan doa, santunan anak yatim, sambutan, hingga tausiyah.
Bupati Tekankan Peran Ulama
Dalam sambutannya, Witiarso menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya ulama dan tokoh agama, untuk terus berkolaborasi.
“Pembangunan Jepara harus melibatkan semua pihak. Peran ulama dan tokoh agama sangat penting dalam menjaga arah pembangunan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menghadirkan nilai religius dalam kehidupan masyarakat dan tata kelola pemerintahan, bukan sekadar tertuang dalam dokumen perencanaan.
Dorong Visi Jepara MULUS
Witiarso menegaskan komitmennya mewujudkan visi Jepara MULUS yang mencakup kemakmuran, keunggulan, kelestarian, dan nilai religius.
Ia ingin pembangunan tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga memperkuat kerukunan serta kebersamaan.
Paparkan Capaian Pembangunan
Witiarso memaparkan sejumlah capaian pembangunan selama setahun terakhir.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 74,32 pada 2024 menjadi 74,90 pada 2025.
Ia juga menurunkan tingkat kemiskinan dari 6,09 persen menjadi 5,79 persen.
Selain itu, ia meningkatkan pendapatan per kapita dari Rp32,9 juta menjadi Rp33,93 juta per tahun.
Meski begitu, ia menilai capaian tersebut masih memerlukan dukungan moral dan doa dari para ulama serta tokoh agama agar pembangunan terus berjalan berkelanjutan.
Buka Ruang Masukan Masyarakat
Bupati mengajak masyarakat untuk aktif memberikan kritik dan saran terhadap kebijakan pemerintah daerah.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk masukan. Jika ada kebijakan yang perlu diperbaiki, silakan sampaikan,” tegasnya.
Santunan dan Dukungan UMKM
Di akhir kegiatan, Bupati dan Wakil Bupati menyerahkan santunan kepada anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian sosial.
Keduanya juga berinteraksi langsung dengan pelaku UMKM yang membuka stan di lokasi acara serta membeli produk mereka sebagai dukungan terhadap ekonomi lokal.
Melalui halal bihalal ini, Pemerintah Kabupaten Jepara berharap sinergi dengan Muhammadiyah, NU, dan seluruh elemen masyarakat semakin kuat dalam menjaga persatuan serta mendorong kemajuan Jepara menuju daerah yang Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius.







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.