GROBOGAN | Kabarjateng.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwodadi terus mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Salah satunya dilakukan melalui kegiatan pertanian dengan menanam benih bayam di lingkungan lapas, Rabu (26/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, warga binaan turut terlibat sejak tahap persiapan lahan hingga proses penaburan benih.
Keterlibatan secara langsung ini diharapkan mampu memberikan pengalaman sekaligus keterampilan dasar dalam bidang pertanian.
Budidaya tanaman pangan juga menjadi sarana bagi warga binaan untuk menjalani aktivitas yang produktif selama berada di dalam lapas.
Selain mengisi waktu dengan kegiatan positif, program tersebut diarahkan untuk menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, serta kemandirian.
Kepala Lapas Kelas IIB Purwodadi, Erik Murdiyanto, mengatakan pembinaan melalui kegiatan pertanian merupakan bagian dari upaya mempersiapkan warga binaan agar memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pidana.
“Berbagai kegiatan produktif terus kami dorong agar warga binaan mendapatkan pengalaman dan keterampilan yang bermanfaat. Penanaman bayam ini menjadi salah satu bentuk pembinaan yang diharapkan bisa menjadi bekal ketika mereka kembali ke lingkungan masyarakat,” kata Erik.
Menurutnya, kegiatan bercocok tanam tidak semata-mata berorientasi pada hasil panen.
Proses pembudidayaan tanaman juga menjadi media pembelajaran untuk membangun ketekunan, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaan.
Lapas Purwodadi selanjutnya berkomitmen mengembangkan pembinaan kemandirian melalui berbagai kegiatan yang memiliki nilai edukatif dan produktif.
Program tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan warga binaan sekaligus mendukung kesiapan mereka menjalani proses reintegrasi sosial setelah bebas. (lim)






