DEMAK | Kabarjateng.id – Peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Dikreg ke-67 Tahun Anggaran 2026 mengikuti Management Course (MC) Level III di Mapolres Demak, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan yang digelar di Aula Wicaksana Laghawa Polres Demak itu menjadi bagian dari studi lingkungan melalui Organizational Health Audit (OHA) dan Environmental Scanning (ES).
Pembelajaran tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menilai kondisi internal organisasi sekaligus memahami berbagai faktor eksternal yang dapat memengaruhi pelaksanaan tugas.
Sejumlah pejabat turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra, Kasespim Polri Irjen Pol Midi Siswoko, para peserta didik Sespimmen Polri Dikreg ke-67, jajaran pejabat utama Polres Demak, serta Pasi Log Kodim 0716 Demak Kapten Cba Haryono.
Perwakilan pemerintah daerah dan sejumlah instansi terkait juga hadir, seperti Kejaksaan Negeri Demak, Dinas Perhubungan, Dinas Pertanian dan Pangan, Dindagkop UKM, BPKPAD, BPS Kabupaten Demak, hingga perwakilan PT Pupuk Indonesia Holding Company.
Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra menyampaikan bahwa studi lapangan tersebut memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik untuk memahami karakteristik wilayah dan berbagai persoalan yang dihadapi aparat di tingkat kewilayahan.
Menurutnya, kondisi Demak yang memiliki beragam karakter sosial, ekonomi, dan geografis dapat menjadi bahan pembelajaran dalam membentuk pola kepemimpinan yang mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat.
Kabupaten Demak sendiri memiliki 14 kecamatan, 243 desa, dan enam kelurahan.
Wilayahnya mencakup sekitar 897,43 kilometer persegi dengan jumlah penduduk mencapai 1.254.204 jiwa.
Ia menekankan bahwa kemampuan membaca situasi menjadi salah satu modal penting bagi seorang pemimpin sebelum menentukan langkah dan mengambil keputusan.
Sementara itu, Kasespim Polri Irjen Pol Midi Siswoko menjelaskan bahwa OHA dan ES merupakan bagian penting dalam pembelajaran kepemimpinan di lingkungan Sespimmen Polri.
Ia mengatakan, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi proses akademik, tetapi juga melatih peserta untuk berpikir secara analitis, sistematis, dan menyeluruh dalam menghadapi persoalan organisasi.
Menurut Midi, seorang pemimpin perlu memahami kondisi internal organisasi secara objektif.
Selain itu, pemimpin juga harus mampu mengenali potensi, kelemahan, peluang, serta berbagai ancaman yang muncul dari lingkungan strategis.
Melalui studi tersebut, peserta didik diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang tidak hanya berdasarkan teori, tetapi juga didukung data dan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.
Kemampuan tersebut dinilai penting agar calon pemimpin mampu mengambil keputusan secara tepat, adaptif, serta menghasilkan solusi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan efektivitas dan kinerja organisasi.
Kegiatan di Demak diharapkan semakin memperkuat kemampuan peserta didik dalam membangun pola pikir strategis sekaligus meningkatkan kecakapan dalam membaca perubahan lingkungan sebelum menentukan kebijakan atau langkah organisasi. (lim)






