DEMAK | Kabarjateng.id – Upaya meningkatkan kesadaran remaja terhadap pentingnya menjaga kesehatan ginjal terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif.
Salah satunya digelar oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) Poltekkes Kemenkes Semarang di Pondok Pesantren Al-Badriyah 2, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jumat (19/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Pencegahan Penyakit Ginjal melalui Pemeriksaan Kesehatan dan Edukasi Gerakan SPG (Santri Peduli Ginjal)” tersebut menyasar para santri tingkat SMP dan MTs sebagai kelompok usia yang dinilai strategis untuk membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini.
Ketua Tim Pengabmas, Nanang Qosim, bersama anggota tim Salikun dan Fikril Mustofa serta mahasiswa kesehatan, hadir memberikan edukasi sekaligus melakukan pemeriksaan kesehatan dasar kepada para peserta.
Menurut Nanang, meningkatnya kasus penyakit ginjal kronis di Indonesia menjadi perhatian serius.
Perubahan pola hidup yang kurang sehat dan rendahnya kesadaran melakukan pemeriksaan dini menjadi faktor yang turut memengaruhi meningkatnya angka kasus tersebut.
“Melalui Gerakan Santri Peduli Ginjal, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kesehatan ginjal dapat dimulai dari kebiasaan sederhana seperti cukup minum air putih, mengurangi minuman manis, serta menjalani pola hidup sehat,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa menjaga kesehatan merupakan bagian dari ajaran Islam.
Dalam pandangannya, upaya mencegah penyakit termasuk bentuk ikhtiar menjaga amanah yang telah diberikan oleh Allah SWT.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan meliputi pengukuran tekanan darah, berat badan, tinggi badan, lingkar tubuh, hingga pengecekan kadar gula darah.
Para santri juga mengikuti tes awal untuk mengetahui tingkat pemahaman mereka mengenai kesehatan ginjal.
Pada sesi penyuluhan, Salikun menjelaskan berbagai fungsi penting ginjal bagi tubuh, mulai dari menyaring darah, membuang zat sisa metabolisme, mengatur keseimbangan cairan, hingga membantu mengontrol tekanan darah.
Ia mengingatkan bahwa penyakit ginjal kronis sering berkembang tanpa tanda-tanda yang jelas pada tahap awal.
Karena itu, masyarakat perlu mewaspadai gejala seperti tubuh mudah lelah, pembengkakan pada kaki atau wajah, mual, sakit kepala, perubahan frekuensi buang air kecil, hingga munculnya darah dalam urine.
Selain itu, sejumlah kebiasaan yang kerap dilakukan remaja juga dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal, seperti kurang minum air putih, terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi garam dan minuman berpemanis, kurang bergerak, sering begadang, serta kebiasaan menahan buang air kecil.
Sebagai langkah preventif, para santri diperkenalkan dengan konsep CERDIK, yakni melakukan cek kesehatan secara rutin, menjauhi asap rokok, aktif berolahraga, menerapkan pola makan sehat dan seimbang, beristirahat cukup, serta mampu mengelola stres dengan baik.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, tim Pengabmas turut membagikan leaflet berisi informasi mengenai fungsi ginjal, faktor risiko penyakit ginjal kronis, gejala yang perlu diwaspadai, hingga berbagai cara pencegahannya.
Kegiatan ditutup dengan deklarasi Gerakan Santri Peduli Ginjal.
Para santri bersama-sama menyatakan komitmen untuk menerapkan gaya hidup sehat, memperbanyak konsumsi air putih, mengurangi minuman manis, serta mengajak lingkungan sekitar agar lebih peduli terhadap kesehatan ginjal.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Badriyah 2, Ahmad Dliya’uddin Zabidi, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan tersebut.
Ia menilai edukasi kesehatan seperti ini sangat bermanfaat untuk membekali santri dengan pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui program ini, Tim Pengabmas Poltekkes Kemenkes Semarang berharap budaya hidup sehat di lingkungan pesantren semakin berkembang dan para santri dapat menjadi pelopor dalam mengampanyekan pentingnya pencegahan penyakit ginjal di tengah masyarakat.
“Lebih baik mencegah daripada mengobati. Kami berharap para santri mampu menjadi contoh dan menyebarkan kesadaran hidup sehat kepada keluarga maupun lingkungan sekitarnya,” pungkas Nanang. (arh)






