BREBES | Kabarjateng.id – Upaya mendukung program ketahanan pangan nasional terus dilakukan jajaran Kepolisian.
Salah satunya melalui kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 yang digelar Polsek Bumiayu di wilayah Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan panen berlangsung di lahan pertanian milik H. Zaenuri yang berada di Dukuh Munggang, Desa Kalierang.
Panen dipimpin langsung Kapolsek Bumiayu, AKP Edi Mardiyanto, S.E., bersama anggota Polsek Bumiayu dan para petani dari Kelompok Tani Desa Kalierang.
Dalam kegiatan tersebut, tanaman jagung yang ditanam di area seluas sekitar 8.000 meter persegi atau 0,8 hektare berhasil dipanen.
Jagung yang dibudidayakan merupakan varietas hibrida Tongkol 2 dengan pola tanam monokultur dan telah ditanam sejak 7 Maret 2026.
Dari hasil panen tersebut, produktivitas lahan diperkirakan mencapai sekitar tiga ton jagung, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap ketersediaan pangan di daerah sekaligus mendukung program pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian.
Kapolsek Bumiayu AKP Edi Mardiyanto menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam kegiatan pertanian merupakan bagian dari dukungan terhadap program strategis pemerintah di bidang ketahanan pangan.
“Selain menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Polri juga berupaya hadir mendukung berbagai program pembangunan, termasuk sektor pertanian yang memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pangan nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan panen raya diharapkan mampu memberikan semangat kepada para petani untuk terus meningkatkan hasil produksi pertanian.
Dengan produktivitas yang semakin baik, ketahanan pangan daerah maupun nasional dapat terjaga secara berkelanjutan.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan sektor pertanian tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri.
Diperlukan kerja sama yang kuat antara pemerintah, aparat, dan masyarakat agar potensi pertanian yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Melalui kegiatan panen raya ini, Polsek Bumiayu juga ingin mempererat kemitraan dengan masyarakat, khususnya para petani.
Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong terciptanya sektor pertanian yang lebih produktif, mandiri, serta berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan nasional. (wb)






