BOYOLALI | Kabarjateng.id – Menghadapi potensi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau akibat fenomena El-Nino, Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra menghadiri Apel Kesiapsiagaan Pengendalian Karhutla Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 yang digelar di Bumi Perkemahan Indra Prasta, Dukuh Tugusari, Desa Candisari, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema “Satu Komitmen, Satu Aksi Nyata, Wujudkan Jawa Tengah Bebas Karhutla” tersebut melibatkan sekitar 300 peserta dari berbagai unsur, mulai dari instansi pemerintah, TNI-Polri, BPBD, Perhutani, Basarnas, relawan, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga pemangku kepentingan di sektor kehutanan dan lingkungan hidup.
Apel dipimpin oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah, Heru Djatmiko.
Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan yang diperkirakan meningkat seiring masuknya siklus El-Nino pada 2026 dan berpotensi mencapai puncaknya pada 2027.
Menurutnya, langkah pencegahan harus menjadi prioritas utama melalui peningkatan patroli di kawasan rawan, pemantauan titik panas (hotspot), edukasi kepada masyarakat, kesiapan sarana dan prasarana pemadaman, serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.
Setelah apel selesai, peserta mengikuti simulasi penanganan kebakaran hutan sebagai bentuk uji kesiapan personel dan peralatan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya karhutla di wilayah Jawa Tengah.
Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra menegaskan komitmen jajarannya untuk terus bersinergi dengan seluruh pihak terkait dalam upaya pencegahan maupun penanggulangan karhutla, terutama di wilayah Boyolali yang memiliki kawasan hutan dan pegunungan cukup luas.
Melalui kegiatan ini, seluruh peserta juga menyatakan kesiapan untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan kewaspadaan, serta melakukan langkah-langkah konkret guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib, sekaligus menjadi bukti komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan serta melindungi masyarakat dari dampak bencana karhutla. (ar)






