BOYOLALI | Kabarjateng.id – Turnamen Tenis Kapolres Cup Boyolali 2026 berlangsung sukses dengan menghadirkan sejumlah petenis nasional yang turut bersaing memperebutkan gelar juara.
Kegiatan olahraga tersebut digelar selama dua hari, pada 6–7 Juni 2026, sebagai bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus Hari Jadi Kabupaten Boyolali ke-179.
Kompetisi yang dibuka dan ditutup langsung oleh Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, berlangsung di Lapangan Tenis Poncobudoyo serta Lapangan Tenis Polres Boyolali.
Sementara pertandingan semifinal dan final dipusatkan di Lapangan Tenis Polres Boyolali dengan menyuguhkan duel-duel menarik yang mendapat perhatian para penggemar tenis.
Kejuaraan tersebut diikuti sejumlah atlet yang memiliki peringkat nasional.
Mereka menampilkan permainan terbaik sepanjang turnamen sehingga menciptakan persaingan yang ketat dan berkualitas.
Selain menjadi ajang perebutan gelar, kompetisi ini juga menjadi wadah pembinaan bagi atlet-atlet muda untuk mengasah kemampuan dan menambah pengalaman bertanding.
Setelah melalui rangkaian pertandingan yang kompetitif, M. Rizky Varrelito dari Yogyakarta yang memperkuat Tim Bogor dan menempati peringkat ke-13 nasional berhasil meraih gelar juara pertama.
Posisi runner-up ditempati M. Akmal Junaini dari Kalimantan Selatan yang membela Tim Sukoharjo dan saat ini berada di peringkat ke-9 nasional.
Sementara itu, peringkat ketiga diraih Michal Iksan W. dari Pati yang juga memperkuat Tim Sukoharjo serta menempati posisi ke-7 nasional.
Adapun posisi keempat berhasil diraih M. Zaid Aulia yang tampil mewakili Tim Sukoharjo.
Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan turnamen, mulai dari atlet, panitia, sponsor, hingga perangkat pertandingan.
Menurutnya, kehadiran para petenis nasional di Boyolali dapat menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda daerah untuk terus berlatih dan mengembangkan prestasi.
Ia juga menegaskan bahwa turnamen ini tidak hanya berfokus pada aspek kompetisi, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarpeserta, menanamkan nilai-nilai sportivitas, serta mendorong pembinaan olahraga tenis secara berkelanjutan.
Selama pelaksanaan kegiatan, seluruh rangkaian pertandingan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar hingga acara penutupan.
Turnamen ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang mampu melahirkan bibit-bibit atlet tenis berprestasi dari Kabupaten Boyolali maupun daerah lainnya. (ar)






