SEMARANG, Kabarjateng.id – Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah, Zainal Abidin Petir, menyatakan keprihatinan sekaligus kemarahannya atas tindakan ajudan Kapolri yang memukul kepala Makna, seorang jurnalis dari kantor berita Antara.
Tidak hanya melakukan pemukulan, ajudan tersebut juga mengancam akan menampar para wartawan lainnya satu per satu.
“Seenaknya saja mau menampar wartawan satu-satu. Mereka ini jurnalis, bukan preman, kenapa diperlakukan seperti itu? Mereka sedang menjalankan tugas mulia menyampaikan informasi yang mencerahkan bagi masyarakat. Bahkan koruptor pun tidak Anda tempeleng,” tegas Zainal Petir, yang juga menjabat sebagai Ketua LBH PETIR Jawa Tengah.
Zainal mendesak Kapolri agar segera mencopot ajudannya tersebut dan memindahkannya menjadi anggota Bhabinkamtibmas di tingkat polsek, supaya lebih dekat dengan masyarakat dan belajar memahami kehidupan rakyat di kelurahan atau desa.
“Kapolri juga perlu menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada rekan-rekan media. Sementara untuk ajudan yang terlibat, sebaiknya segera diproses melalui sidang etik Propam. Korban juga sebaiknya membuat laporan ke Polda Jawa Tengah terkait dugaan pelanggaran pidana pers, yang ancaman hukumannya bisa mencapai dua tahun penjara. Kejadian ini terjadi di wilayah hukum Polda Jateng,” lanjut Zainal.
Ia menambahkan, sebagai pemimpin tertinggi di kepolisian, Kapolri seharusnya merasa malu karena ajudannya bertindak arogan terhadap insan pers.
“Ini sangat memalukan, seorang penegak hukum malah melanggar hukum di hadapan Kapolri,” pungkas Zainal Petir. (di)






