BANYUMAS, Kabarjateng.id – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-126 Kodim 0701/Banyumas kembali menunjukkan makna sejati kemanunggalan antara TNI dan masyarakat dalam membangun daerah dari akar terbawah.
Kegiatan ini berfokus pada peningkatan kesejahteraan warga melalui pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), sebagai bagian penting dari sasaran fisik TMMD tahun ini.
Melalui kerja keras para prajurit yang dibantu warga sekitar, rumah-rumah warga yang sebelumnya tidak layak huni kini mulai berubah menjadi tempat tinggal yang lebih nyaman dan aman.
Dinding yang dulu lapuk dan atap yang bocor diganti dengan bangunan kokoh, hasil dari semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat.
Pembangunan ini bukan hanya sekadar kegiatan fisik, tetapi juga bentuk nyata kepedulian negara terhadap warganya yang membutuhkan.
Selain membangun infrastruktur, TMMD juga melaksanakan kegiatan non-fisik yang tak kalah penting.
Berbagai penyuluhan dan sosialisasi diberikan kepada warga, meliputi materi tentang wawasan kebangsaan, bela negara, kesehatan masyarakat, serta pencegahan stunting dan penyalahgunaan narkoba.
Program ini menjadi sarana edukasi sekaligus mempererat hubungan antara prajurit TNI dengan masyarakat desa, menciptakan komunikasi yang hangat dan membangun semangat kebersamaan.
Kapendam IV/Diponegoro Kolonel Inf Andy Soelistyo K.P., S.Sos., M.Tr.(Han), dalam keterangannya pada Senin (20/10/2025), menegaskan bahwa kegiatan TMMD bukan hanya berorientasi pada hasil fisik semata, melainkan juga berperan menumbuhkan optimisme dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
“Melalui pembangunan RTLH, kami berupaya menghadirkan kehadiran negara secara nyata. Kami ingin warga memiliki rumah yang tidak hanya kokoh secara fisik, tetapi juga memberi rasa aman dan sejahtera, karena rumah layak huni merupakan hak setiap warga negara,” ujarnya.
Dengan mengusung semangat “Kemanunggalan TNI dan Rakyat”, pelaksanaan TMMD Reguler ke-126 Kodim 0701/Banyumas diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.
Program ini tidak hanya meninggalkan hasil pembangunan, tetapi juga menanamkan nilai gotong royong, semangat juang, dan harapan baru bagi warga desa menuju kehidupan yang lebih baik. (ajp)






