Menu

Mode Gelap
 

Headline

Tersangka Kasus Pembunuhan Vina dan Eki di Cirebon Jalani Pemeriksaan Psikologi Forensik

badge-check


					Tersangka Kasus Pembunuhan Vina dan Eki di Cirebon Jalani Pemeriksaan Psikologi Forensik Perbesar

BANDUNG, Kabarjateng.id – Tersangka Pegi Setiawan (PS), yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan Vina dan Eki di Cirebon, Jawa Barat, sedang menjalani pemeriksaan psikologi forensik.

Langkah ini diambil untuk mengungkap kejadian tragis yang terjadi lima tahun lalu.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengungkapkan bahwa tim psikolog telah melakukan pemeriksaan terhadap PS dan keluarganya pada tanggal 8-9 Juni 2024.

Hal ini dilakukan atas permintaan penyidik dengan harapan memperjelas kasus tersebut dan melengkapi proses penyidikan yang tengah berlangsung.

Polda Jabar juga telah menggandeng Mabes Polri untuk memberikan asistensi dalam proses penyidikan.

Tim Bareskrim Polri, Div Propam Polri, dan Itwasum Polri memberikan dukungan agar proses tersebut berjalan sesuai prosedur, profesional, dan proposional.

Kegiatan tim Mabes Polri ke Polda Jawa Barat dan Polres Cirebon Kota merupakan bagian dari upaya bersama dalam menangani kasus pembunuhan yang telah menarik perhatian publik.

Tak hanya itu, Polda Jabar juga membuka diri terhadap pengawasan eksternal.

Tim Kompolnas dan Komnas HAM turut serta dalam memantau proses penanganan kasus ini. Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa semua proses berjalan transparan dan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Selain pemeriksaan terhadap tersangka dan bantuan dari pihak kepolisian lainnya, penyidik juga telah melakukan wawancara dengan 68 saksi dan beberapa ahli.

Semua langkah ini diambil dengan harapan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang apa yang terjadi pada malam yang tragis itu.

Dalam rangka mendapatkan informasi tambahan, Polda Jabar juga membuka hotline dengan nomor 0822-1112-4007.

Hal ini memungkinkan masyarakat yang memiliki informasi terkait kasus pembunuhan Vina dan Eki untuk memberikannya secara anonim.

Dukungan dan partisipasi masyarakat sangat penting dalam menyelesaikan kasus ini.

Meskipun demikian, Jules juga mengingatkan untuk memperhatikan kondisi traumatis yang dialami oleh keluarga korban.

Informasi yang tersebar di media sosial harus disikapi dengan bijak, dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap para korban dan keluarganya.

Kepekaan dan empati dari semua pihak akan sangat membantu dalam proses penyembuhan bagi mereka yang terkena dampak langsung dari kejadian tragis ini. (**)

Tinggalkan Balasan

1 Komentar

semua sudah ditampilkan
Kabar Terbaru

Ngadu ke DPRD, Warga Candirejo Desak Pemkab Semarang Tinjau Ulang Jabatan Lurah

15 Juni 2026 - 13:23 WIB

Mahasiswa di Semarang Diduga Gelapkan Puluhan Motor Rental, Polisi Sita 23 Unit Kendaraan

8 Juni 2026 - 22:13 WIB

Pegadaian Tanam 1.000 Mangrove dan 500 Urban Farming di Tegal, Dorong Kota Hijau dan Kendalikan Perubahan Iklim

6 Juni 2026 - 17:12 WIB

Dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PT Pegadaian Kanwil XI Semarang menyalurkan 1.000 tanaman mangrove dan 500 tanaman urban farming di Pantai Kodok, Kota Tegal.

Tim Gegana Amankan Granat Nanas Temuan Petani di Tegal

5 Juni 2026 - 11:47 WIB

Penuh Haru, SMPN 2 Dukuhwaru Lepas 219 Lulusan Tahun Ajaran 2025/2026

4 Juni 2026 - 06:59 WIB

2.570 Lentera Waisak Terangi Langit Borobudur, Simbol Perdamaian dan Persatuan Bangsa

1 Juni 2026 - 12:34 WIB

Trending di KABAR JATENG