Menu

Mode Gelap
 

Headline · 11 Sep 2025 16:05 WIB

Taj Yasin Hadiri Pengukuhan Pokja Bunda PAUD Jateng: Pendidikan Jadi Pondasi Persatuan Bangsa


					Taj Yasin Hadiri Pengukuhan Pokja Bunda PAUD Jateng: Pendidikan Jadi Pondasi Persatuan Bangsa Perbesar

SALATIGA, Kabarjateng.id – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, hadir mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dalam acara pengukuhan Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Jawa Tengah periode 2025–2029.

Kegiatan ini berlangsung di Hotel Wahid Prime, Salatiga, Kamis (11/9/2025), sekaligus dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi Bunda PAUD se-Jawa Tengah.

Mengusung tema “Ngopeni Bocah, Nglakoni Wajib Setahun Prasekolah”, acara diikuti sekitar 74 peserta dari Bunda PAUD kabupaten/kota se-Jateng serta anggota Pokja provinsi.

Sejumlah tokoh turut hadir, antara lain Bunda PAUD Jawa Tengah Hj. Nawal Arafah Yasin, Ketua DPP PP PAUDNI Indah Sumarno, Bunda PAUD Kota Salatiga Retno Robby Hernawan, anggota Komisi E DPRD Jateng Ida Nurul Farida, hingga Direktur PAUD Kemendikdasmen Nia Nurhasanah dan Kepala Disdikbud Jateng, Dr. Sadimin.

Sadimin menegaskan bahwa tema yang diangkat menjadi pengingat pentingnya sinergi seluruh elemen agar layanan PAUD di Jawa Tengah semakin merata, adil, dan berkualitas.

“Pengukuhan Pokja ini menjadi momentum menyatukan langkah kerja serta menyinkronkan program antara provinsi dan kabupaten/kota,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Taj Yasin menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaannya.

Ia menilai forum PAUD memberikan energi positif karena dapat melihat anak-anak berani tampil dengan penuh percaya diri.

Gus Yasin juga menekankan bahwa pendidikan merupakan kunci menjaga persatuan.

“Semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin ia bisa menghargai perbedaan. Inilah jalan untuk menyatukan bangsa, khususnya di Jawa Tengah yang sangat beragam,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya akses pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.

Menurutnya, tantangan pendidikan tidak hanya di level provinsi, tetapi juga di tingkat kabupaten/kota hingga pusat. Jika tidak dikelola dengan baik, persoalan ini bisa menjadi hambatan serius.

Di sisi lain, Bunda PAUD Jawa Tengah Hj. Nawal Arafah Yasin menegaskan masih banyak tantangan dalam sektor PAUD.

Tingkat partisipasi anak usia dini (0–6 tahun) baru sekitar 14,31 persen, sementara masih ada lembaga PAUD yang belum sepenuhnya ramah anak dan kekurangan tenaga pendidik.

Untuk menjawab persoalan itu, ia memaparkan tiga program prioritas. Pertama, Semangat Nyokong PAUD yang berfokus pada peningkatan kualitas SDM melalui pendampingan dan pelatihan guru.

Kedua, pengembangan PAUD berbasis masyarakat atau PAUD Emas yang ditargetkan mampu meningkatkan partisipasi hingga 60 persen, dengan dukungan Posyandu yang tersebar lebih dari 4.400 titik di Jawa Tengah.

Ketiga, program Satu Desa, Dua PAUD sebagai upaya memperluas jangkauan layanan.

“Tugas kita bukan hanya memperkuat program, tetapi juga mengawal pelaksanaannya agar PAUD benar-benar inklusif, ramah anak, sekaligus menanamkan karakter dan akhlak sejak dini,” tegas Nawal. (di)

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Publisher

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Spektakuler..! Turnamen Sepak Bola Berhadiah Rp 50 Juta, Wurja Cup 2026 Siap Bergulir di Kalijurang Tonjong

26 April 2026 - 05:34 WIB

Debt Collector “Mata Elang” Resahkan Warga, ELBEHA Barometer Desak Penindakan Tegas

25 April 2026 - 19:22 WIB

ADP Perkenalkan Dua Buku Strategis di UIN Walisongo, Dorong Islam Moderat dan Responsif Zaman

25 April 2026 - 19:05 WIB

Rutan Salatiga Sigap Tangani Kesehatan WBP, Rujuk Pasien ke RS DKT Dr. Asmir

25 April 2026 - 18:40 WIB

Berkah Setia Farm Tumbuh Pesat, Jadi Role Model Peternakan Modern di Jateng

25 April 2026 - 16:39 WIB

Busana Nusantara Warnai Jalan Kota Tegal, TK Pertiwi 25.3 Slerok Gelar Parade Karnaval

25 April 2026 - 12:10 WIB

Trending di Daerah