Menu

Mode Gelap
 

Headline

Seorang Remaja Ditangkap Polisi karena Lakukan Penganiayaan di Tlogosari Semarang

badge-check


					Seorang Remaja Ditangkap Polisi karena Lakukan Penganiayaan di Tlogosari Semarang Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Seorang remaja berusia 14 tahun, yang diidentifikasi sebagai MCA, ditangkap karena menebas seorang pedagang di Tlogosari, Semarang, pada Jumat malam. Peristiwa itu terjadi setelah terjadi perselisihan mengenai dugaan upaya uang kemanan.

Korban yang diketahui bernama AT (45), seorang pedagang eceran bensin di Tlogosari mengalami luka parah setelah dibacok dengan parang oleh MCA.

Menurut Kapolsek Pedurungan, Kompol Dina, penyerangan tersebut terjadi menyusul adu mulut antara MCA dan Candra (orang tua) dari MCA, dan penjual pempek.

“Pelaku melakukan penganiayaan dengan menggunakan parang tajam sehingga mengakibatkan korban mengalami luka robek dibagian kepala,” kata Kapolsek Pedurungan Kompol Dina.

Pertengkaran bermula saat MCA dan Candra (41), meminta uang keamanan kepada penjual pempek. Saat AT mendekat untuk turun tangan, dia malah adu mulut dengan Candra.

“Saat korban dan Candra sedang adu mulut, MCA sengaja pulang ke rumah untuk mengambil parang dan langsung menyerang korban,” kata Kapolsek Pedurungan, Kompol Dina, saat jumpa pers di Mapolrestabes Semarang, Senin siang (21/10/2024).

Dina menjelaskan, MCA menghampiri korban dari sisi kiri dan mengayunkan parang sebanyak satu kali hingga mengenai kepala korban. Korban mampu menangkis dengan kursi plastik.

MCA dalam pengakuannya sebelum kronologis kejadian, mengaku disuruh orang tuanya untuk menjaga keamanan kawasan tersebut.

“Ayah saya menyuruh saya menjaga keamanan dan meminta uang keamanan sebesar 100.000 Rupiah kepada penjual pempek,” kata MCA kepada media.

Ia menambahkan, setelah mendapatkan penolakan dari penjual, MCA Pulang “ setelah saya minta, kata pedang empek-empek tersebut suruh bilang ke AT (Korban), terus saya pulang bilang ke bapak”

Atas perbuatannya, MCA dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang penyerangan. Barang bukti yang dikumpulkan di lokasi kejadian antara lain parang, sepeda motor MCA (Kawasaki KZR bernomor polisi H 2039 HRH), dan kaos kuning berlumuran darah.

Kasus ini menyoroti tindakan kekerasan dan premanisme yang terjadi di wilayah tersebut, dan pihak berwenang sedang menyelidiki dugaan peran orang tua dalam insiden tersebut. Investigasi sedang berlangsung, dan perkembangan lebih lanjut akan terus diinformasikan. (di)

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Kesulitan Air Bersih Teratasi, Warga Setrokalangan Dapat Bantuan Sumur Bor dari Polres Kudus

19 September 2026 - 19:17 WIB

Kebakaran Lahan Jati di Penujah, Polsek Kedungbanteng Bersama TNI dan Warga Bergerak Padamkan Api

19 September 2026 - 19:03 WIB

KBD Tahap IV Surakarta Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Warga Dibekali Wawasan Kebangsaan

19 September 2026 - 18:53 WIB

Mulai 21 September, Jateng Bebaskan Denda Pajak Kendaraan hingga Pajak Progresif

19 September 2026 - 17:43 WIB

Warga Tolak Rencana PLTP Gunung Ungaran, Pemerintah Klaim Cagar Budaya dan Lingkungan Jadi Pertimbangan

19 September 2026 - 17:30 WIB

Pangdam Diponegoro Tutup Turnamen Panjat Tebing Piala Panglima TNI 2026, Tekankan Pentingnya Evaluasi dan Latihan

19 September 2026 - 17:12 WIB

Trending di Daerah