SEMARANG, Kabarjateng.id – Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap konservasi satwa dan lingkungan, sekelompok jurnalis yang tergabung dalam Jurnalis Pemerhati Konservasi (JPK) Semarang menggandeng Semarang Zoo untuk menggelar kegiatan bertajuk “Mancing Asik dan Senam Pagi di Tempat Wisata Konservasi”. Acara ini akan digelar pada Minggu, 13 Juli 2025, dan terbuka untuk masyarakat luas.
Acara ini menghadirkan dua kegiatan utama, yakni lomba memancing yang dapat diikuti oleh pria maupun wanita, serta senam pagi bersama yang dirancang khusus bagi kaum perempuan, mulai dari ibu rumah tangga hingga para remaja dari komunitas senam di Semarang.
Ketua panitia kegiatan, Husni Mushonifin, menyampaikan bahwa lomba mancing ini tidak hanya menawarkan keseruan, tetapi juga hadiah menarik. Tiga pemenang utama akan mendapatkan trofi dan uang pembinaan dengan total jutaan rupiah. Sementara itu, peserta senam juga berkesempatan memenangkan doorprize yang telah disiapkan oleh panitia.
“Biaya pendaftaran untuk mengikuti lomba mancing sebesar Rp150.000, sedangkan peserta senam cukup membayar Rp35.000. Seluruh pembayaran bisa dilakukan melalui rekening BRI dengan nomor 303401054819534 atas nama Lomba Mancing dan Senam Semarang Zoo,” jelas Husni, yang kerap disapa Bojes, Selasa (3/6/2025).
Untuk mempermudah proses pendaftaran, calon peserta lomba mancing dapat mengisi formulir melalui tautan https://forms.gle/mWCKE3hYLaCy8AKv7 atau memindai kode QR pada brosur acara. Sementara untuk senam, peserta bisa langsung menghubungi panitia melalui nomor kontak yang tersedia.
Informasi lebih lanjut bisa diperoleh dengan menghubungi Mushonifin (0813-9042-2656), Absa (0838-3870-5765), atau Humas Semarang Zoo, Ibnu (0859-3223-6555).
Koordinator JPK Semarang, Ahmad Rifqi Hidayat, menegaskan bahwa acara ini bertujuan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan dan satwa.
“Semarang Zoo bukan hanya tempat hiburan, tapi juga lembaga konservasi dan edukasi. Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat mengenal lebih dekat peran kebun binatang dalam menjaga kelestarian flora dan fauna,” ujarnya.
Rifqi berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap satwa langka.
“Kami tidak ingin generasi mendatang hanya mengenal satwa dari gambar atau buku pelajaran karena keberadaannya sudah punah,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Semarang Zoo, Bimo Wahyu Widodo, menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan ini.
Menurutnya, kolaborasi dengan para jurnalis menjadi salah satu langkah strategis dalam memperluas kampanye konservasi.
“Kami membuka diri untuk semua kalangan. Semarang Zoo siap menjadi tempat yang nyaman untuk kegiatan edukatif, penelitian, maupun kegiatan komunitas lainnya,” tuturnya.
Dengan semangat kolaborasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mengenal Semarang Zoo sebagai ruang edukatif sekaligus tempat rekreasi yang berorientasi pada pelestarian lingkungan. (di)






Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.