Menu

Mode Gelap
 

Headline · 12 Jun 2024 19:23 WIB

Puluhan Buruh Unjuk Rasa di PTUN Semarang, Tuntut Apindo Cabut Gugatan UMK 2024


					Puluhan Buruh Unjuk Rasa di PTUN Semarang, Tuntut Apindo Cabut Gugatan UMK 2024 Perbesar

SEMARANG, Kabarjateng.id – Puluhan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jawa Tengah menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang, Rabu (12/6).

Unjuk rasa tersebut merupakan bentuk tuntutan buruh kepada Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah agar segera mencabut gugatan upah minimun Kabupaten/Kota (UMK) 2024 Provinsi Jawa Tengah, khususnya UMK Kota Semarang dan Kabupaten Jepara.

Sekretaris KSPI Jateng Aulia Hakim mengatakan, KSPI Jateng bersama elemen buruh lainnya mengawal sidang gugatan yang diajukan oleh Apindo Jateng terhadap UMK Jawa Tengah di 35 Kabupaten/Kota tahun 2024.

“Menurut kami, Apindo tidak punya alasan yang kuat untuk menggugat posisi UMK yang telah ditetapkan oleh Pj Gubernur. Apindo beralasan bahwa ada dua Kabupaten/Kota, yaitu Kota Semarang dan Jepara, yang melanggar aturan PP 51,” ujarnya seusai mengikuti sidang di Kantor PTUN Semarang.

Ia menyebut bahwa Apindo perlu mempelajari regulasi. Menurutnya, dalam aturan PP 51 sudah ada kesepakatan dengan pengusaha di Kota Semarang dan Jepara bahwa tidak ada satupun pengusaha yang melayangkan surat keberatan kepada Pj Gubernur Jawa Tengah sebelum tanggal 30 November 2023.

“Kami menyuarakan bahwa Apindo Jawa Tengah harus segera mencabut gugatannya di PTUN. Dalam sidang tadi, juga disampaikan bahwa Apindo tidak punya wakil di Jepara. Apindo ini mewakili siapa? Pertanyaan seperti ini hanya basa-basi. Kami akan mengawal agar upah ini tidak digugat sehingga tidak kembali ke tahun 2023. Kami meminta majelis PTUN untuk memutuskan dengan seadil-adilnya,” tegasnya.

Sementara itu, koordinator lapangan Lukmanul Hakim menyebut jika gugatan Apindo terkait SK Gubernur dikabulkan oleh majelis, maka upah buruh akan berkurang dan mempengaruhi kesejahteraan pekerja.

“Daya beli masyarakat semakin menurun sedangkan kebutuhan pokok semakin meningkat. Bagi kami, para buruh, tidak ada kata lain selain melawan dan mengawal proses ini dengan aksi. Apa yang menjadi proses saat ini tetap akan kita ikuti,” ungkapnya. (di)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

Tinggalkan Balasan

Kabar Terbaru

Djournal Coffee Buka Gerai Perdana di Kota Lama Semarang, Ngopi Modern di Gedung Bersejarah

11 Maret 2026 - 16:42 WIB

Djournal Coffee membuka gerai perdana di Kota Lama Semarang dengan konsep kopi modern di gedung bersejarah, menghadirkan menu khas dan ruang komunitas baru.

Dari Anime ke Lagu Jawa, Musisi Semarang Populerkan Konsep “Jepang Jawa”

9 Maret 2026 - 22:27 WIB

Musisi Semarang Hendra Kumbara menghadirkan konsep “Jepang Jawa”, memadukan rock Jepang ala soundtrack anime dengan lirik bahasa Jawa yang kini viral di media sosial.

Ngabuburit Anti Biasa, 12 Jurnalis Jateng–DIY Jajal Latihan Menembak di Jatidiri Semarang Bareng Yamaha

9 Maret 2026 - 16:28 WIB

Sebanyak 12 jurnalis Jateng–DIY mengikuti pelatihan menembak di Lapangan Tembak Jatidiri Semarang dalam Yamaha Media Gathering sambil ngabuburit Ramadan.

Pegadaian Gelar “Ramadan Bareng Tring” di Yogyakarta, Ajak Generasi Muda Mulai Investasi Emas

9 Maret 2026 - 14:06 WIB

Pengaruh Miras, Dua Pemuda Sukoharjo Alami Kecelakaan di Solo

8 Maret 2026 - 22:55 WIB

Yamaha Siapkan 130 Bengkel Jaga Jelang Mudik Lebaran 2026, Servis Motor Buka hingga Malam

8 Maret 2026 - 16:13 WIB

Trending di Headline